Persindonesia.com Jembrana – Krisis air bersih yang melanda Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Kabupaten Jembrana, tidak hanya dirasakan warga pada umumnya, tetapi juga penyandang disabilitas. Di tengah sulitnya mendapatkan pasokan air, seorang warga tunanetra, Ni Putu Widiantini, harus berjalan hampir satu kilometer demi memperoleh bantuan air bersih.
Dengan berbekal tongkat sebagai penuntun jalan, Putu Widi menyusuri jalan dari rumahnya menuju tandon penampungan air bersih yang disediakan Palang Merah Indonesia (PMI). Meski memiliki keterbatasan penglihatan, semangatnya untuk mendapatkan air bersih tidak surut.
Sesampainya di lokasi, ia rela mengantre bersama warga lainnya untuk memperoleh air yang akan digunakan sebagai kebutuhan pokok, terutama untuk minum dan memasak.
Lobi ke Pusat Berbuah Manis, Petani Jembrana Terima 5 Traktor Roda Empat
Keberuntungan berpihak kepadanya saat petugas PMI melihat kondisinya. Petugas kemudian membantu mengambilkan air bersih sekaligus mengantarkannya kembali ke rumah.
Putu Widi mengaku krisis air bersih yang telah berlangsung hampir satu bulan membuat aktivitas sehari-harinya terganggu. Bahkan, ia terpaksa mengurangi frekuensi mandi karena tidak ada air yang mengalir ke rumahnya.
“Banyak kali saya tidak mandi karena tidak ada air. Seperti tadi juga tidak ada air, jadi saya tidak mandi. Biasanya adik saya yang membantu mencarikan air. Tadi ada yang memberi tahu kalau ada bantuan air,” ujarnya.
Pemkab Klungkung Setujui Tiga Perda Inisiatif Dewan
Bantuan air bersih dari PMI serta kepedulian warga sekitar dimanfaatkan sehemat mungkin. Air tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan paling mendesak, yakni air minum dan memasak.
Selama ini, Putu Widi tinggal bersama kedua orang tuanya yang telah lanjut usia. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia tidak hanya mengandalkan bantuan tetangga, tetapi juga dukungan dari sanak keluarga.
Kisah Putu Widi menjadi gambaran nyata bahwa dampak krisis air bersih tidak hanya menyulitkan masyarakat secara umum, tetapi juga semakin berat dirasakan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan dalam mengakses kebutuhan dasar. TS






