Persindonesia.com Jembrana – Proses vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Jembrana masih terbilang lambat. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana bidang kesehatan hewan kembali melakukan pendataan ulang. Hingga saat ini vaksin PMK masih tersisa kurang lebih 5000 dosis
Data yang diterima, vaksinasi PMK pada tahun 2023 sampai pada tanggal 5 Desember untuk ternak sapi, babi, kerbau dan kambing di 5 kecamatan untuk vaksin I sebanyak 24.030 dosis, untuk vaksin II sebanyak 9.129 dosis sedangkan untuk vaksin III 6.155 dosis dari 52.764 populasi ternak di Jembrana.
Sedangkan untuk tahun 2024 sampai tanggal 5 Februari dari keseluruhan ternak untuk vaksin I sebanyak 87 ekor, vaksin II sebanyak 154 ekor, vaksin III sebanyak 113 ekor dan untuk vaksin IV yang baru ditetapkan sebanyak 23 ekor.
Penyerahan Lonceng Kapal, Tandai Purna Tugas Unsur TNI AL KRI Pulau Romang-723
Rendahnya capaian vaksinasi ini diakui oleh Plt. Kadis Pertanian dan Pangan Jembrana, I Made Yasa. Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan ulang populasi ternak untuk memastikan semua ternak mendapatkan vaksin PMK.
“Ini ada hubungannya dengan beberapa permasalahan yang kami hadapi terkait vaksin PMK, kita menyasar lebih banyak ke ternak sapi biarpun disana ada ternak kambing dan babi,” ujarnya. Rabu (7/2/2024).
Pihaknya juga mengakui minimnya data, sehingga dirinya mengusulkan didata ulang peternak dengan sistem individu maupun peternak melalui pola kelompok dengan sistem kandang. “Ini kaitannya untuk mempermudah mengaplikasi vaksin PMK, jadi sasaran vaksin lebih jelas di lapangan agar tidak double,” ucapnya.
Tuntaskan Misi Perdamaian Dunia, Kasal Pimpin Penyambutan KRI Frans Kaisiepo-368 di Jakarta
Hingga saat ini, kasus PMK di Jembrana nihil. Provinsi Bali memberi bantuan vaksin PMK sebanyak 37.445 dosis dan masih tersisa kurang lebih 5.000 dosis.
“Secara regulasi, vaksin PMK harus diberikan sebanyak 4 kali untuk 1 ternak. Memang target harian capaian vaksin setelah dicek rendah dari populasi laporan statistik, karena kemungkinan belum ada inovasi yang melibatkan teman-teman di desa,” jelas Yasa.
Yasa berencana, akan merapatkan para perbekel duduk bersama untuk membahas vaksin PMK dan juga vaksin rabies. “Oleh karena itu, kami kembali akan mendata ulang ternak sapi di masyarakat. Sampai saat ini proses vaksin tetap berjalan sambil melakukan pendataan dan vaksinasi,” pungkasnya. Dar






