Wabup Patriana Krisna buka Pelatihan Tanggap Darurat Bencana Relawan PMI Jembrana

Persindonesia.com Jembrana – Demi meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat PMI Kabupaten Jembrana melaksanakan Pelatihan Tanggap Darurat Bencana bagi masyarakat di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Jembrana, kegiatan ini berlangsung selama dua hari Jumat-Sabtu (5-6/11) yang dipusatkan di Gedung Kesenian Ir.Soekarno. Pelatihan itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Jembrana IGN Patriana Krisna (Ipat) di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jumat (5/11).

Dalam kesempatannya, Wabup menyampaikan apresiasi positif terhadap kegiatan pelatihan tersebut. Karena menurutnya kesiapsiagaan dan tanggap terhadap bencana sangat dibutuhkan, guna menekan segala kemungkinan buruk yang ditimbulkan akibat bencana. “Dengan pelatihan ini diharapkan bisa mengetahui bagaimana tindakan yang akan dilakukan menghadapi, saat terjadi dan pasca bencana tersebut”, ujarnya.

BUM-Desa Bersama Kelola Aset Rp.11,5 Milyar, Bupati Tamba: Gali Sektor Usaha Produktif

Selain itu, Wabup Ipat mengatakan bahwa upaya penanggulangan bencana merupakan urusan bersama, pemerintah sebagai penanggung jawab dengan peran serta aktif masyarakat, termasuk unsur pemuda, terlebih para pemuda yang tergabung dalam organisasi yang bergerak dalam bidang kemanusiaan seperti halnya PMI.

“Kegiatan tanggap darurat bencana meliputi kegiatan penyelamatan dan evaluasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan besar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan serta pemulihan prasarana dan sarana, ”katanya.

Fadloli, Ketua RPK Bondowoso : Orang Yang Memelihara Anak Yatim Dekatnya Seperti Jari Telunjuk Dengan Jari Tengah

Sementara, Ketua Panitia pelatihan, I Komang Sinatra mengatakan Pelatihan siaga bencana berbasis masyarakat di Kabupaten Jembrana khususnya melalui Kecamatan perlu dilakukan sebab wilayah ini termasuk rentan bencana.

Pelatihan ini menurutnya merupakan pelatihan perdana, yang diberikan kepada masyarakat, terutama bagi para pemuda, untuk mengikuti pelatihan baik secara teori maupun praktik teknis tentang kesiapsiagaan terhadap bencana alam.

Jelang Galungan Optimalkan Pelayanan Lalin Masyarakat

“Dimasing-masing Kecamatan mengirimkan perwakilannya, Kecamatan Melaya 3 orang, Kecamatan Negara 5 orang, Kecamatan Jembrana 6 orang, Kecamatan Mendoyo 3 orang serta Kecamatan Pekutatan 3 orang dengan jumlah keseluruhan 20 orang peserta,” lanjutnya.

Dari pelatihan ini, diharapkan tidak hanya berhenti sampai batas pelatihan saja namun ilmu yang didapat baik teori maupun teknis bisa berkelanjutan, selain itu, peserta diharapkan menjadi tangan panjang PMI secara teknis tentang kebencanaan. “Semoga pelatihan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Agar lebih siap, karena bencana merupakan tanggung jawab semua,” tandasnya. (sb/ed27)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *