Bangli – Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles menyorot meningkatnya kasus positif rabies di wilayah Kabupaten Bangli.
Pihaknya menilai, hal tersebut tidak terlepas karena kurang optimalnya pelaksnaaan vaksinasi di lapangan yang sejatinya kasus rabies sudah ada sejak lama, ia menduga ada kelalaian, sehingga tidak konsisten melakukan vaksinasi.
” Intinya kita lengah padahal semestinya vaksinasi dilakukan kontinyu, jika memang ada kendala kurang anggaran kita bisa menggunakan anggaran bencana, jika memang itu dianggap bencana, dengan demikian bisa dilakukan pengadaan vaksin,” ujarnya.
Komang Carles menambahkan,
“Selain itu bisa juga dengan menggunakan anggaran perubahan mendahului jika memang sifatnya mendesak. Apalagi dari kasus gigitan kemarin yang di Batur terindikasi positif rabies dari ciri-ciri anjingnya yang agresif menggigit warga,” ucapnya.
Dia khawatirkan selain bisa memakan korban jiwa, rabies juga bisa mempengaruhi perekonomian, khususnya para pengembangbiakan anjing Kintamani dan sektor pariwisata tentunya.






