PERSINDONESIA.COM – Sarana pendukung, seperti toilet khusus disabilitas dan akses menuju ruang pelayanan, hingga kini diakui belum tersedia secara optimal di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat Bangli. Namun demikian upaya pemenuhan fasilitas tersebut akan segera dilakukan. Hal tersebut diutarakan Kasi Pelayanan Samsat Bangli, Edy Sastrawan saat ditemui di sela sela Forum Konsultasi Publik yang digelar pada Selasa (2/6).
Kata Edy, dalam forum ini pihaknya menerima berbagai masukan dari peserta forum terkait peningkatan kualitas pelayanan publik, termasuk penyediaan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, untuk jumlah wajib pajak penyandang disabilitas yang mengurus administrasi kendaraan di Samsat Bangli memang tidak banyak.
Baca Juga : Kantor Pertanahan Klungkung Gelar Pemeriksaan Tanah dan Sidang Panitia A di Desa Ped
“Dalam setahun, tercatat hanya satu hingga dua orang penyandang disabilitas datang untuk mengakses layanan”, bebernya.
Meski demikian, diakui Edy penyediaan fasilitas yang inklusif mesti tetap menjadi kewajiban penyelenggara layanan publik. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen melakukan pembenahan sarana dan prasarana secara bertahap agar seluruh masyarakat dapat mengakses layanan dengan lebih nyaman.
Selain isu fasilitas disabilitas, dalam forum juga mencuat perlunya menggencarkan sosialisasi program Samsat, salah satunya diskon pajak bagi wajib pajak yang taat memenuhi kewajibannya.
Baca Juga : Catat! Layanan Samsat Drive Thru di Bangli Persempit Gratifikasi dan Pungli
“Kami sudah sosialisasi lewat camat, tapi memang belum menyentuh semua lapisan masyarakat,” ungkapnya.
Forum Konsultasi Publik tersebut dihadiri unsur kepolisian, BPD Bali cabang Bangli, perwakilan Camat se-Kabupaten Bangli, perwakilan BKPAD Bangli, perwakilan LPD, BUMDes, serta wajib pajak. (*)






