Persindonesia.com Jembrana – Sejak terjadinya banjir bandang pada tanggal 12 Desember 2020 yang menyebabkan putusnya Jembatan di Bilukpoh Penyaringan bersamaan dengan kejadian tersebut terjadi lonsong di senderan Pura Puseh Desa Adat Yehembang Kangin.
Bagunan wantilan yang berada dekat sungai tersebut dasar pondasinya tergerus dan longsor sepanjang sekitar 15 meter, kondisi tersebut mengakibatkan bangunan wantilan terancam ambruk menuju Sungai Yehsumbul.
Kejari Jembrana Ajak Perebekel Adakan Upaya Restorative Justice di Desanya
Menurut masyarakat disana, sampai sekarang longsor tersebut belum diperbaiki, mereka takut jika ada banjir bandang lagi, tidak tertutup kemungkinan bangunan wantilan tersebut yang sudah menghabiskan dana banyak ambruk ke sungai.
Terkait hal tersebut Perebekel Desa Yehembang Kangin I Gede Suardika saat Ngopi Bersahaja di Kejaksaan Negeri Jembrana mengatakan, pihaknya saat itu sudah mengajukan proposal ke Balai Wilayah Sungai Bali-Penida agar segera mendapat tindakan akan tetapi sampai saat ini belum terialisasi senderan tersebut. Rabu (16/2/2022).
“Kami sudah mengajukan peroposal, sampai saat ini sudah 1 tahun lewat, pada hal dari balai sudahada perencanaan akan tetapi sampai saat ini belum terlaksana. Kejadian ini bersamaan dengan banjir bandang di Desa Penyarian, dan ditambah lagi selama ini ada banjir besar terus bertambah kerusakannya,” terangnya.
Memang dulu pihak balai, lanjut Suardika, sudah melakukan sosialisasi ke desa akan tetapi sampai sekarang belum terlaksana. “Kami juga terus didesak oleh warga, mereka takutkan kalau ada banjir lagi yang lebih besar bangunan wantilan tersebut akan ambruk ke sungai,” ujarnya.
65 Mahasiswa dari Seluruh Indonesia Ikuti Magang Merdeka di Banyuwangi
Dirinya berharap agar perencanaan dari pihak balai segera terealisasi, sehingga mnhapus ketakutan dari warga desa.
Red






