Persindonesia.com Jembrana – Konflik peperangan di kawasan Timur Tengah antara Israel/Amerika Serikat dan Iran menimbulkan kekhawatiran terhadap nasib warga Indonesia yang berada di wilayah tersebut. Di tengah situasi yang memanas, satu keluarga asal Kabupaten Jembrana, Bali, berhasil kembali ke Indonesia dengan selamat setelah menunaikan ibadah umroh.
Keberuntungan berpihak kepada Valencia Rozika, warga Jembrana yang bekerja di Kementerian Agama RI Kabupaten Jembrana. Ia bersama suami dan dua anaknya melakukan perjalanan umroh mandiri dan berangkat menuju Arab Saudi pada 18 Februari 2026.
Namun, menjelang akhir perjalanan ibadahnya, konflik bersenjata antara Israel/Amerika Serikat dan Iran pecah pada 28 Februari 2026. Situasi tersebut berdampak pada terganggunya sejumlah penerbangan di kawasan Timur Tengah.
Aksi Bersih Pantai Jimbaran, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Tangani Sampah di Bali
Meski demikian, Valencia dan keluarganya beruntung masih mendapatkan satu penerbangan dari bandara di Arab Saudi menuju Indonesia pada 2 Maret 2026. Saat itu, sebagian besar jadwal penerbangan dari dan menuju bandara tersebut telah dibatalkan akibat meningkatnya tensi konflik.
Valencia mengungkapkan, tanda-tanda memanasnya situasi sudah terasa sejak malam 28 Februari, ketika mulai muncul informasi mengenai serangan rudal dalam konflik tersebut. “Mulai ada kiriman rudal itu tanggal 28 malam, dari Amerika ke Iran dulu,” ujarnya.
Sementara itu, meluasnya konflik di Timur Tengah hingga kini belum berdampak pada rencana keberangkatan calon jemaah haji asal Kabupaten Jembrana yang dijadwalkan berangkat pada 8 Mei 2026.
SMANSA Cup XV Resmi Digelar, 30 Tim Basket Pelajar Jembrana Berlaga
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh RI Kabupaten Jembrana, H. Muslihin, mengatakan hingga saat ini belum ada instruksi dari pemerintah pusat terkait pembatalan ataupun penundaan keberangkatan jemaah haji.
Sebanyak 90 calon jemaah haji asal Kabupaten Jembrana yang tergabung dalam Kloter 70 tetap menjalani tahapan persiapan keberangkatan sesuai jadwal.
“Informasi dari Kementerian Haji dan Umroh Republik Indonesia bahwa belum ada keberangkatan haji untuk tahun ini yang dibatalkan. Jadi tahapan-tahapan sebelum pemberangkatan tetap kita laksanakan,” kata Muslihin.
Gawangi Kejaksaan Negeri Gianyar, Kinerja Mirza Erwinsyah Dipertaruhkan
Meski demikian, pihaknya menyarankan masyarakat yang berencana melaksanakan ibadah umroh untuk sementara menunda perjalanan hingga situasi konflik di Timur Tengah kembali kondusif.
Muslihin berharap konflik di kawasan tersebut segera berakhir agar para calon jemaah haji, khususnya dari Kabupaten Jembrana, dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan lancar. TS






