Denpasar (persindonesia.com) – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2022, Dewan Pengurus Daerah Forum Indonesia Anti Narkoba (FIAN) Kota Denpasar mensupport kegiatan yang diprakarsai 21 Childs yaitu perkumpulan anak sekolah dari SMPN 3 Denpasar untuk berbagi kebahagiaan di tahun ajaran baru di panti asuhan Tatwam Asi Denpasar, Jl. Jaya Giri IX No. 6 Dangin Puri Klod, Kecamatan Denpasar Timur Kota Denpasar, Bali. Minggu 24/07/2022.
Adapun kegiatan ini terlaksana untuk bersama-sama berbagi informasi tentang bahaya Narkoba dan HIV/AIDS. Karena dimasa tahun ajaran baru untuk anak-anak TK, SMP dan SMA mereka sangat rentan dengan mencoba sesuatu yang baru tanpa mempertimbangkan bahayanya.
Selain itu, panitia juga membuka para donatur yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini, anggota DPRD Kota Denpasar : I Nyoman Gede Sumara Putra,S.T.,(Bli Mangde) yang juga sebagai Dewan Pembina FIAN Kota Denpasar beserta Bapak Wayan Suadi dan dari YUPI, Aditya Fresh, Teh Gopala,
serta menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Denpasar dengan Komisi Penanggulangan AIDS(KPA) Kota Denpasar.

Ketua FIAN Kota Denpasar : Putu Eka Dharma Putra, S.H., mengatakan “Dengan adanya kegiatan Baksos dan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta HIV/AIDS, kami berharap kepada adik-adik peserta agar menjadi kader anti Narkoba dan anti sex bebas untuk mencegah penurunan kualitas generasi muda bangsa ini. Kami juga mengapresiasi kegiatan hari ini, karena kepedulian anak-anak yang tergabung dalam 21 Childs mengadakan baksos yang sumber dananya secara swadaya”, Ujar Putu Eka.

Kepala Panti Asuhan Tatwam Asi : Ny. I Gusti Ngurah Ketu, menjelaskan “Disiplin, beretika, bertanggung jawab dan berdoa adalah 4 kata kunci kami dalam menjalani proses pembinaan di panti asuhan ini. Kami sangat berterima kasih kepada FIAN dan anak-anak 21Childs yang telah memilih panti asuhan ini sebagai kunjungan Baksos serta sosialisasi bahaya Narkoba. Panti asuhan kami berdiri pada tahun 1987, dimana pada saat itu keadaannya sangat memprihatinkan karena banyak anak-anak yang putus sekolah, sehingga Bapak Gubernur Bali pada saat itu Prof. Ida Bagus Mantra, menugaskan untuk berdirinya satu yayasan panti asuhan yang nantinya bisa menampung serta membina anak-anak yang putus sekolah dan yatim tersebut khususnya anak-anak perempuan yang tentunya sudah ada surat dari kelihan dusun masing-masing bahwa mereka memang layak mendapat bantuan. Sejak saat itu kami banyak mendapat bantuan dari donatur, dan dengan berkembangnya panti asuhan ini kami pernah mendapat juara 2 tingkat nasional dalam lomba manajemen pengelolaan panti asuhan”, ungkap Ibu Ngurah.

Hadir sebagai narasumber pada kesempatan tersebut dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar : Dewa Suyetna mengungkapkan, “Kasus HIV/AIDS di Denpasar sangat memprihatinkan hingga april 2022 sebanyak 14.177 kasus. HIV dan AIDS itu berbeda, HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh kita, jika kekebalan tubuh sudah hancur baru muncul gejala AIDS sebagai akibat hancurnya kekebalan tubuh itu yang efeknya akan muncul sekitar 5 tahun, untuk laki-laki virusnya ada di cairan sperma, dan untuk perempuan ada di darah, cairan sperma, cairan kemaluan dan air susu ibu, sehingga penularannya terjadi jika ada kontak cairan tersebut. Kenapa begitu gencarnya sosialisasi yang dilakukan tentang HIV/AIDS namun masih saja banyak kasus-kasus terjadi ? Itu dikarenakan masih ada diskriminasi dan stigma dimasyarakat yang mana penderita merasa takut, malu serta dijauhi dan mereka menutup diri untuk mengungkapkan atau melaporkan keadaannya sehingga susah untuk pencegahannya. Penularan virus ini terjadi karena hubungan sex berganti-ganti pasangan tanpa kondom, menggunakan jarum suntik narkoba dari pecandu, dari ibu ke bayi yang menyusui, dan transfusi darah”, jelas Pak Dewa.

Terakhir dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar yang diwakili oleh Bapak Otto menjelaskan, “Bahaya narkotika serta obat obatan terlarang serta penyebarannya, dampak dan bahaya narkoba dalam kehidupan dan kesehatan pecandu maupun keluarganya semakin meresahkan. Sebab narkoba merupakan zat yang tidak hanya memberikan manfaat, namun juga menjadi perusak kesehatan.Terlebih ada banyak jenis obat-obatan yang termasuk ke dalam jenis narkoba yang digunakan untuk kebutuhan medis karena memiliki efek menenangkan. Namun jika digunakan dalam dosis berlebihan tentu tidak baik karena menyebabkan kecanduan”, jelas Pak Otto.

Terlihat suasana penuh kekeluargaan, seluruh peserta sangat antusias, ditandai penyerahan bantuan sembako dari anak-anak 21 Childs diwakili ketuanya : Ananda, kepada anak-anak yatim piatu, acara diakhiri dengan photo bersama.
( Dudick )






