Unjuk Rasa Tolak Aktivitas Pertambangan Di Pesisir Pantai Toboali Berlanjut Ke PT TIMAH

Diposting pada

Persindonesia,com ,Pangkalpinang — Aksi unjuk rasa damai sekelompok masyarakat yang menamakan sekelompok Nelayan Toboali dan warga sekitar pesisir Pantai Toboali kembali melakukan unjuk rasa untuk meminta pembubaran aktifitas ponton TI Apung dan hentikan operasi kapal isap di Laut Toboali.

Kali ini kegiatan aksi unjuk rasa berlanjut ke Kantor PT .Timah Tbk Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Gabek, Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sebelumnya pada hari senin kemarin (05/10/2020) sudah melaksanakan aksi serupa di Mapolda Kepulauan Bangka Belitung,yang mana kegiatan aksi demo berencana sampai hari kamis jika dari pihak PT Timah tidak memenuhi tuntutan para pedemo .Selasa (06/10/2020). Sekira pukul 10.30 WIB.

Tampak untuk menjaga hal hal yang tidak di inginkan ,Aksi unjuk rasa mendapat pengamanan ketat aparat keamanan dari unsur TNI – Polri.

Pantauan awak media ini tampak Kapolres Pangkalpinang Akbp Tris Lesmana Zeviansyah SH S.I.K, Kapolsek Taman Sari beserta personil Sabhara Polres Pangkalpinang,Personil Koramil 413 – 11/ Tamansari ,Anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

April selaku Korlap pendemo mengatakan” Kami dari masyarakat pesisir dan Nelayan pantai Toboali mengharapkan agar kegiatan Ti di pantai Toboali di hentikan dan di tutup selamanya karena akan merusak ekosistem bawah laut serta merusak tatanan wisata apabila di biarkan walaupun ada SPK (surat perintah kerja) oleh sebab itu kami minta kepada aparat penegak hukum khususnya kepada PT. TIMAH Tbk tolong di hentikan,” Pintanya.

Joni Zuhri yang juga Koordinator menyatakan,” Jika aksi demo yang dilakukan ia bersama masyarakat nelayan Toboali di kantor PT. Timah Tbk tak lain untuk menuntut pihak manajemen PT.Timah mencabut surat perintah kerja (SPK) penambangan timah di perairan Toboali, Basel termasuk perijinan lainnya terkait segala aktifitas penambangan.”katanya

Hingga berita ini ditayankan , kegiatan aksi unjuk rasa masih belanjut. (Arto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *