Persindonesia.com Jembrana – Pejual ayam merah Desak Putu Nila Malina (27) Banjar Tegalbadeng Timur yang menekuni berjualan ayam merah di pinggir jalan depan rumah sejak 2 tahun Pandemi Covid-19. Ini ditekuni setiap pas jelang-jelang mau hari raya, baik itu Galungan, Kuningan dan bahkan jelang lebaran.
Desak Putu Nila Malina mejelaskan, dalam 1 hari biasanya ketika hari Galungan Kuningan itu bisa mencapai 100 ekor dalam waktu tempo 3 hari dengan harga per ekor 50 ribu rupiah. Sedangkan menyambut Nyepi tahun ini hanya laku 50 ekor dalam waktu tempo 2 hari hingga hari H nanti.
Tetap Eksis Di Hari Libur, Polres Sigi Himbau Warga Patuhi Protokol Kesehatan
“Untuk bahan ayam merah di beli dari kakak yang di seputaran Desa Batuagung. Dengan kondisi ayam benar-benar sehat. Bahkan rutin berjualan pas jelang hari raya saja. Untuk menunjang hasil suami yang hanya petani sawah,” katanya.
Desak juga menambahkan, sebelumnya pernah menekuni berjualan ubi dan singkong, akan tetapi itu sulit karena hanya pas lagi musim saja. Dan jualan ini justru mengasikkan sambil mejejahitan persiapan Hari Raya Nyepi juga momong anak laki-laki yang kini usia 8 tahun kelas 1 sekolah dasar.
Satlantas Polres Kampar Sosialisasi Operasi Keselamatan di Pasar Rumbio
“Tahun sama dengan tahun lalu harga per ekor ayam merah masih tahap stabil tidak ada gejolak kenaikan yaitu berkisar 50 ribu rupiah per ekor. Buka dari jam 07.00 WITA hingga malam pun tetap di layani. Bahkan siap potong itu tambah biaya hanya 5 ribu rupiah jadi tinggal olah dagingnya saja,” pungkasnya. (ed27)





