Persindonesia.com Jembrana – Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah diimbau untuk berangkat lebih awal guna menghindari kepadatan arus lalu lintas, khususnya di kawasan Pelabuhan Gilimanuk.
Imbauan tersebut disampaikan Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati saat Apel Kesiapan Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 yang digelar Polres Jembrana sebagai langkah pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kadek Citra mengatakan, operasi pengamanan tersebut akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. “Operasi ini melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur, seperti TNI-Polri, POM, Brimob, Dishub, Satpol PP, Basarnas, BPTD, Pecalang, Ansor, hingga adik-adik dari Saka Bhayangkara,” ujarnya, Kamis (12/3).
DPRD Badung Perkuat Kapasitas Pengawasan dan Legislasi Melalui Bimtek
Secara keseluruhan, kata Citra, jumlah personel gabungan yang dilibatkan mencapai 816 orang. Khusus dari Polres Jembrana, sebanyak 270 personel disiapkan sebagai personel operasi serta 43 personel cadangan, sehingga total 313 personel diterjunkan dalam pengamanan tersebut.
“Dukungan juga datang dari sejumlah satuan lain, di antaranya Brimob yang menurunkan 32 personel bantuan kendali operasi (BKO) serta Direktorat Lalu Lintas dengan dukungan 12 personel. Pengamanan juga diperkuat oleh unsur TNI, Basarnas, BPBD, ASDP, Pecalang, Ansor, dan Pramuka,” terangnya.
Kadek Citra menambahkan, pihaknya juga mengantisipasi potensi kepadatan arus kendaraan menjelang malam pengerupukan yang diperkirakan jatuh pada 18 Maret. “Kami mengimbau masyarakat untuk melaksanakan mudik lebih awal. Apabila terjadi kepadatan, kami akan melakukan rekayasa lalu lintas, termasuk mengalihkan kendaraan ke gang-gang yang ada di wilayah Gilimanuk,” jelasnya.
Tiga Kali Teguran Diabaikan, Bangunan Toko di Melaya Akhirnya Disegel
Ia juga meminta masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan guna menghindari penumpukan kendaraan di sekitar Pelabuhan Gilimanuk. “Silakan masyarakat mengikuti arahan petugas dan tidak mengambil inisiatif sendiri yang justru dapat menimbulkan kemacetan di kawasan pelabuhan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna mengingatkan para pemudik untuk memperhatikan kondisi cuaca selama perjalanan. Menurutnya, cuaca yang tidak menentu dapat meningkatkan risiko di perjalanan, terutama bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor bersama anak maupun orang tua.
“Jika dalam perjalanan terjadi hujan deras, sebaiknya jangan memaksakan diri. Silakan berhenti sementara untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Mudik Tenang Barang Aman : Polres Bondowoso Buka Layanan Penitipan Kendaraan Gratis!
Ia juga mengimbau pemudik untuk menjaga kondisi fisik dengan beristirahat secara berkala selama perjalanan jauh. “Pastikan kondisi tubuh siap. Usahakan beristirahat setiap dua jam sekali, apalagi bagi pemudik yang menempuh perjalanan panjang menuju Jawa Tengah atau Jawa Barat dengan sepeda motor,” tambahnya.
Selain itu, ia mengajak masyarakat menjaga toleransi antarumat beragama mengingat perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung berdekatan. “Bagi masyarakat yang masih berada di Bali, mari kita patuhi kesepakatan bersama agar toleransi di Jembrana tetap terjaga, sehingga masing-masing umat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk,” katanya.
Ipat juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat Muslim serta selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia juga mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 bagi umat Hindu. “Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan kemakmuran, khususnya bagi masyarakat Jembrana,” pungkasnya. Ts






