Persindonesia.com Jembrana – Libur Panjang anak-anak sekolah di Kabupaten Jembrana dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab. Sebanyak 2 sekolah di Kecamatan Melaya menjadi sasaran pencurian, diantaranya Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 Manistutu dan Sekolah Dasar (SD) Negeri 5 Tukadaya.
Berbagai barang berharga alat pembelajaran yang mudah dan cepat dijual seperti proyektor diantaranya 5 unit proyektor, dengan rincian 1 merk Thosiba dan 4 Merk Accer raib dicuri. Kejadian tersebut mendapat perhatian dari Bupati Jembrana I Nengah Tamba. Tamba menilai aksi pencurian ini membuat aktifitas belajar mengajar terganggu.
Saat kunjungannya ke sekolah, Bupati Tamba yang didampingi Kapolsek Melaya AKP I Putu Raka Wiratma dan Kepala SD Negeri 4 Manistutu I Ketut Nandra mengatakan, dirinya berharap pihak kepolisian menyelidiki kasus tersebut, apabila tertangkap pelaku ditindak hukuman tegas sebagai efek jera dan kejadian serupa tidak terulang kembali.
Penuh Makna Perayaan Ulang Tahun Sanggar Teater Mini, Ny. Putri Koster
“Saya juga memohon kepada Pak Kapolsek dan juga jajanan Polri dalam hal ini Polres Jembrana jika kasus ini terkuak tolong biar saya juga tahu siapa pelakunya. Dampaknya akan menghambat proses pembelajaran anak-anak. Saya geram akan kejadian ini, karena barang-barang yang dicuri ini adalah alat untuk proses belajar begini,” ucapnya. Kamis (29/6/2023)
Sementara Kapolsek Melaya AKP I Putu Raka Wiratma mengatakan Pada hari yang sama telah dilaporkan ada dua TKP kehilangan proyektor. Pertama di SD 4 Manistutu ini kehilangan 5 unit proyektor. Kemudian di SD 5 Tukadaya kehilangan 2 unit proyektor yang hilang dilaporkan pada hari yang sama yakni hari Selasa tanggal 27 Juni kemarin.
“Tetapi kejadian atau terkait dengan barang yang hilang ini, pihak sekolah tidak mengetahui karena saat itu sekolah dalam keadaan sepi karena liburan anak sekolah,” terangnya.
Sekda Dewa Indra Umumkan Berakhirnya Status Pandemi Covid-19
Pada kasus pencurian di SDN 4 Manistutu Kecamatan Melaya, Lima buah proyektor yang diletakkan di dalam almari di ruang guru hilang digasak maling. Sementara pihak sekolah sendiri mengetahui proyektor tersebut hilang pada selasa lalu tanggal 27 Juni dan langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Melaya.
“Dari hasil penyelidikan petugas diketahui saat kejadian sekolah dalam keadaan kosong karena liburan panjang tengah semester,” pungkasnya. (Sur)






