Dua Ekor Sapi Bantuan di Jembrana Mati Mendadak, Diduga Keracunan

Persindonesia.com Jembrana – Ternak sapi bantuan desa sebanyak 2 ekor mati mendadak. Kedua sapi tersebut dipelihara oleh anggota Kelompok Ternak Asri di Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara. Sebelumnya, sapi milik Kelompok Ternak Ceria juga dilaporkan mati, dan satu ekor sapi milik Kelompok Tangi Mekar kini mengalami sakit.

Sebelumnya, kelompok ternak tersebut sempat memungut iuran sebesar Rp 40 ribu per anggota untuk menangani jika ada sapi yang sakit dan berencana untuk mengasuransikan sapi-sapi tersebut. Namun, karena belum ada perjanjian tertulis, asuransi belum diberlakukan.

Saat dikonfirmasi, Ketua Kelompok Ternak Asri, Buzairi, mengatakan sapi yang mati tersebut dipelihara oleh Tibyan Hadi dan Ridwan. Sapi milik Tibyan sempat sakit selama 4 hari dengan gejala ingus dan demam, namun sempat membaik setelah ditangani. Sementara sapi milik Ridwan mati mendadak di waktu yang sama dengan sapi milik Tibyan.

Ancam Sebarkan Video Call Bugil Mantan Pacar, Berakhir Ditangkap Polisi

“Sapi-sapi ini sudah divaksin, dan kami sudah berusaha mengobati sapi yang sakit, namun tetap tidak bisa diselamatkan. Kami sudah melaporkan kejadian ini ke desa dan petugas penyulu,” ujarnya. Selasa (6/2/2024).

Sementara itu, Perbekel Desa Tegal Badeng Timur, H Alinudin, membenarkan adanya 3 kelompok ternak sapi di desanya yang menerima bantuan 30 ekor sapi pada bulan Oktober 2023. “Dari 30 sapi tersebut, 3 ekor telah mati dan sudah ditindaklanjuti oleh petugas,” jelasnya.

Ditempat terpisah saat dikonfirmasi via telpone, Kepala Bidang Keswan-Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan, I Wayan Widarsa, menduga kematian sapi tersebut disebabkan oleh Bloat (kembung) karena salah pakan/rumput atau keracunan.

Polisi amankan provokator Tawuran di Prumpung Jakarta Timur

“Pada kasus lain, sapi yang mati menunjukkan gejala sesak nafas, keluhan di leher, ingusan, dan mengarah ke pneumonia. Kemungkinan karena gizi buruk, infeksi bateri,” terangnya.

Widarsa mengaku pihaknya akan turun ke lapangan pada Rabu (7/2/2024) untuk memberikan pelayanan dan membantu peternak mengatasi permasalahan ini. Sur

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *