Persindonesia.com Jembrana — Suasana berbeda tampak di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Negara, Kabupaten Jembrana, Kamis (16/10/2025). Para tahanan tampak bersemangat saat memanen ikan lele hasil budidaya mereka sendiri. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang digelar pihak rutan, untuk membekali para warga binaan dengan keterampilan berwirausaha.
Kepala Rutan Kelas IIB Negara, I Gusti Agus Putra Mahendra, mengatakan bahwa pembinaan ini tidak hanya berfokus pada hasil panen, melainkan pada proses dan pengetahuan yang diperoleh para tahanan selama kegiatan berlangsung.
“Kami tidak mengutamakan hasilnya, tetapi prosesnya. Ini merupakan bentuk pembinaan kemandirian agar warga binaan memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat nanti,” ujarnya.
Musda Golkar Jembrana, Membuahkan Pemimpin Baru
Ia mengaku, program budidaya ikan lele di Rutan Negara dimulai sejak Agustus lalu, dengan penebaran 10 ribu bibit lele di empat kolam. “Setelah melalui proses pemeliharaan selama dua bulan, para tahanan berhasil memanen lebih dari dua kuintal lele. Dengan harga jual sekitar Rp20 ribu per kilogram, hasil panen kali ini menghasilkan omzet lebih dari Rp4 juta,” terangnya.
Sebagian hasil penjualan dikembalikan ke kas negara, sementara sebagian lainnya diberikan kepada para tahanan sebagai bekal selama menjalani masa hukuman atau untuk disalurkan kepada keluarga mereka.
“Selain budidaya lele, Rutan Kelas IIB Negara juga memiliki berbagai program pembinaan lain, seperti budidaya ayam petelur, sapi, kambing, ikan nila, babi, hingga kegiatan bercocok tanam,” jelasnya.
Menteri PPN/ Kepala Bappenas RI Reaktivasi Sekretariat Transformasi Ekonomi Kerthi Bali
Menurutnya, semua kegiatan ini bertujuan menyiapkan warga binaan agar mampu hidup mandiri setelah bebas nanti. “Hidup di dalam penjara tidak selalu buruk. Justru di sini mereka bisa belajar banyak hal dan memperbaiki diri,” tambah Mahendra.
Dengan kegiatan seperti ini, Rutan Kelas IIB Negara berupaya mengubah citra lembaga pemasyarakatan menjadi tempat pembinaan yang produktif, bukan sekadar tempat menjalani hukuman. Ts






