Tongkat Estafet Kepemimpinan Rutan Negara Beralih, Diiringi Penebaran Ribuan Benih Ikan

Persindonesia.com Jembrana – Pensiun dari jabatan, Karutan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Negara Lilik Subagiyono serahkan tampuk kepemimpinan kepada pejabat Pelaksanaa Tugas (Plt), I Gusti Agus Putra Mahendra yang saat ini masih menjabat sebagai Kasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kerobokan Badung. Acara serah terima jabatan tersebut diiringi dengan penebaran bibit ikan gurami sebanyak 2.000 ekor  di kolam yang telah disiapkan sebelumnya.

Saat dikonfirmasi, Karutan Negara Lilik Subagiyono mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan selama masa kepemimpinannya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama ia menjabat.

“Saya merasa bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar Rutan Negara. Terima kasih atas kerja sama dan dedikasi seluruh jajaran. Saya percaya, dengan kepemimpinan yang baru, Rutan Negara akan semakin baik ke depannya,” ucapnya, Selasa (03/6/2025).

100 Hari Kepemimpinan, Bupati Adi Arnawa Paparkan Capaian Strategis di Tibubeneng

Sementara itu, pejabat baru I Gusti Agus Putra Mahendra dalam sambutannya menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan dan meningkatkan program-program pembinaan serta menjalin sinergi dengan berbagai pihak demi mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin humanis dan profesional.

“Saya siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan ini dengan penuh tanggung jawab. Saya mengajak seluruh jajaran untuk bekerja bersama, menjaga integritas, dan terus berinovasi dalam pelayanan,” tegasnya.

Disinggung terkait penebaran benih ikan gurami, menurut Agus, program ini bertujuan mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan sekaligus menindaklanjuti 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Lima Hari Hilang di Kebun, Kakek 79 Tahun Ditemukan Meninggal di Pengeragoan

“Kami ingin warga binaan mendapatkan pengalaman dan pelatihan nyata yang bisa mereka manfaatkan saat kembali ke masyarakat. Pembinaan seperti ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan tanggung jawab dan semangat kerja mereka sekaligus mendukung program ketahanan pangan di lingkungan rutan dan sekitarnya,” ujarnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *