Identitas Mayat di Perairan Pengambengan Terungkap, Korban Petani Asal Banyuwangi

Persindonesia.com Jembrana – Identitas mayat laki-laki yang ditemukan mengambang oleh nelayan saat hendak melaut di Perairan Pengambengan, Kabupaten Jembrana, pada Minggu (11/1/2026) sore akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Alapi Hariyono (63), seorang petani asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang sebelumnya dilaporkan hilang diduga terseret arus sungai.

Identitas korban terungkap setelah anak sulungnya, Sori Suryanto (39), mengenali ciri-ciri jenazah. Hasil pengenalan keluarga tersebut diperkuat melalui proses identifikasi oleh pihak kepolisian dan rumah sakit.

Saat dikonfirmasi, Sori mengatakan dirinya meyakini jenazah yang ditemukan nelayan di Perairan Pengambengan adalah ayahnya, berdasarkan pakaian serta ciri fisik yang identik. “Dari baju dan sarung golok itu saya sudah yakin. Ditambah adanya tahi lalat di bagian pipi dan bentuk kepala bagian belakang. Sejak pertama kali melihat video penemuannya, saya sudah yakin itu bapak saya,” ungkapnya, Senin (12/1)

Ia menuturkan, sebelum dilaporkan hilang pada Kamis (8/1/2026), ayahnya sempat berpamitan untuk merawat sawah cabai miliknya. Ia menduga ayahnya terpeleset dan hanyut saat menyeberangi Sungai Gumapak yang saat itu banjir akibat hujan deras.

Berangkat Mancing, Nelayan Pengambengan Dikejutkan Mayat Mengambang

Saat korban dinyatakan hilang, Sori mengaku ikut dalam pencarian dan menemukan sejumlah alat bertani milik korban di pinggir sungai. Pada hari pertama, ditemukan mesin pemotong rumput. Kemudian pada Minggu (11/1/2026), ditemukan pula pisau dan golok milik korban tidak jauh dari lokasi penemuan awal.

“Kemungkinan saat hendak menyeberang sungai itu banjir atau saat mau naik terpeleset. Jarak dari lokasi kejadian di sungai hingga ke pesisir pantai diperkirakan sekitar 25 kilometer, dan pencarian sempat menyisir sampai muara sungai,” jelasnya.

Ia mengetahui adanya penemuan mayat di Bali dari informasi petugas SAR dan kepolisian. Karena itu, ia langsung menuju RSU Negara, Jembrana, untuk memastikan identitas jenazah. “Pagi tadi saya mendapat informasi ada temuan mayat di Jembrana, dan saya langsung ke sini,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP I Gede Alit Darmana mengatakan, meskipun pihak keluarga telah mengenali korban, kepolisian tetap melakukan pencocokan data secara formal.

Diduga Akibat Konsleting Listrik, Bengkel Motor di Desa Gegel Ludes Terbakar

“Kami mengalami kendala dalam identifikasi sidik jari karena kondisi jenazah sudah mulai membusuk. Selain itu, profesi korban sebagai pengrajin bambu yang sering bersentuhan dengan amplas membuat pola sidik jarinya sulit terbaca alat,” terangnya.

Meski demikian, berdasarkan ciri fisik dan keyakinan keluarga, jenazah diyakini sebagai Alapi Hariyono. Pihak kepolisian masih menyelesaikan pemeriksaan primer sambil menunggu hasil akhir identifikasi. “Setelah hasil lengkap, jenazah akan segera kami serahkan kepada keluarga,” tambahnya.

Alit menambahkan, stas keyakinan keluarga korban serta hasil identifikasi, jenazah akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang ke Banyuwangi menggunakan ambulans yang disiapkan keluarga.

“Sudah diyakini oleh pihak keluarga korban dari tahi lalat yang ditemukan dan dari sarung pisau yang masih menempel pada korban. Hari ini jenazah sudah diserahkan kepada keluarga,” pungkasnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *