Kunjungan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Peter Mark Haymond, di Kantor Gubernur Bali
Denpasar Persindo – Gubernur Bali, Wayan Koster, menerima kunjungan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Peter Mark Haymond, di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (24/2). Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama, khususnya di sektor pariwisata dan perlindungan warga negara.
Dalam kesempatan itu, Dubes Haymond mengungkapkan rencana pembukaan kantor konsulat Amerika Serikat di Bali. Langkah ini diambil menyusul tingginya jumlah kunjungan warga Amerika ke Pulau Dewata yang mencapai ratusan ribu orang setiap tahun. Sebagian besar wisatawan asal Negeri Paman Sam yang datang ke Indonesia memilih Bali sebagai tujuan utama.
Menurutnya, kehadiran kantor konsulat akan mempermudah pelayanan administrasi dan penanganan situasi darurat bagi warga Amerika. Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama dengan aparat Indonesia dalam mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan lintas negara, termasuk penipuan daring (scam) yang marak di kawasan Asia Tenggara.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Amerika Serikat dalam mempererat hubungan bilateral serta mendukung stabilitas dan keamanan destinasi wisata. Ia menegaskan bahwa meningkatnya kunjungan wisatawan Amerika menunjukkan kepercayaan dunia internasional terhadap Bali.
Gubernur memaparkan, pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi Bali dengan kontribusi dominan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Setelah sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19, perekonomian Bali kini kembali tumbuh positif dengan capaian pertumbuhan yang stabil dan tingkat kemiskinan yang relatif rendah dibandingkan rata-rata nasional.
Namun demikian, ia mengakui pertumbuhan pesat sektor pariwisata turut membawa tantangan, seperti persoalan sampah, kemacetan, alih fungsi lahan, hingga perilaku wisatawan asing yang tidak tertib. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali tengah menerapkan kebijakan penataan pariwisata berbasis budaya dan keberlanjutan. “Kami ingin memastikan pariwisata Bali berkembang secara bermartabat dan berkualitas. Tidak semata-mata mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan budaya,” tegas Koster.
Berbagai langkah strategis tengah disiapkan, mulai dari penguatan desa adat, pembangunan infrastruktur transportasi ramah lingkungan, hingga pengelolaan sampah berbasis teknologi. Selain itu, kebijakan pungutan wisatawan asing tetap diberlakukan sebagai bentuk kontribusi langsung terhadap pelestarian alam dan budaya Bali.
Pertemuan ini diharapkan semakin mempererat kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat, sekaligus mendukung upaya Bali dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing global.@*






