Wayan Puspa Negara,SP.,M.S.i.,ST.,(Kader Partai Gerindra), Kegiatan Beach Clean Up di pantai Legian
Pantai Legian/WPN/ Persindonesia.com – Kegiatan bersih pantai rutin kembali dilaksanakan setiap Jumat pagi di kawasan Pantai Legian, Bali. Aksi sosial lingkungan ini diinisiasi oleh Wayan Puspa Negara bersama para stakeholder pariwisata Legian, komunitas Relawan Bumi Kita, serta berbagai media pendukung kegiatan sosial.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aksi membersihkan sampah di kawasan pantai, tetapi juga menjadi wadah edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. Menurut Wayan Puspa Negara, persoalan sampah bukan sekadar masalah teknis, melainkan menyangkut pola pikir dan kebiasaan masyarakat yang harus dibangun secara konsisten dalam jangka panjang. “Bercermin dari negara-negara maju, tidak ada satu pun keluarga yang tidak memilah sampah. Artinya, membangun kesadaran itu membutuhkan proses dan kebiasaan yang terus dibentuk,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, edukasi pemilahan sampah menjadi sangat penting menjelang beroperasinya fasilitas pengolahan sampah regional yang nantinya hanya akan menerima sampah yang sudah terpilah antara organik dan anorganik. Karena itu, kegiatan sosial ini secara rutin diisi dengan sosialisasi tata cara pemilahan sampah kepada para pelaku usaha pariwisata dan masyarakat pendukung sektor wisata.
Sasaran utama edukasi kali ini adalah pelaku usaha kecil dan menengah beserta turunannya, seperti pekerja kos-kosan, supplier, freelancer, transporter, driver, hingga masyarakat pendatang yang tinggal di kawasan pariwisata. Menurut Puspa Negara, masyarakat lokal di Legian pada umumnya sudah mulai terbiasa memilah sampah dan memahami titik kumpul pembuangan yang telah disediakan. “Yang masih perlu terus diedukasi adalah para pelaku usaha dan masyarakat pendatang. Karena itu kami kumpulkan setiap Jumat pagi agar mereka terbiasa memilah sampah dan ikut membawa kampanye kebersihan ini ke lingkungan kerja maupun tempat tinggal mereka,” jelasnya.
Titik kumpul pengelolaan sampah sementara juga telah disiapkan di beberapa lokasi, seperti di depan kantor lurah dan area jembatan tertentu di kawasan Legian. Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan lahir kebiasaan baru yang tumbuh dari kesadaran dan panggilan hati masyarakat untuk menjaga lingkungan.
Puspa Negara menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap budaya memilah sampah dapat terus berkembang sehingga pengelolaan sampah menjadi lebih mudah dan efektif di masa depan. “Kami akan terus melakukan sosialisasi karena menjaga lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak. Kalau sampah sudah dipilah dari sumbernya, maka pengelolaan selanjutnya akan jauh lebih mudah,” pungkasnya.
@Krg.






