Lurah Gundih dan LPMK Dampingi Edukasi Membatik 70 Siswa Swiss Cottage Singapura di Surabaya
Surabaya, Persindonesia.com – Lurah Gundih, Christiono, S.H., M.Si., bersama jajaran LPMK Gundih mendampingi kegiatan edukasi budaya membatik yang diikuti sebanyak 70 siswa dari Swiss Cottage Secondary School Singapura di Balai RW Sumber Mulyo, Kelurahan Gundih, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan hubungan budaya antarnegara melalui pengenalan batik sebagai warisan budaya Indonesia kepada generasi muda internasional.
Dalam kegiatan itu, para siswa mendapatkan edukasi langsung dari tim pengajar Batik TiN. Mereka diperkenalkan pada sejarah batik, filosofi motif, hingga praktik membatik menggunakan canting dan malam tradisional.
Lurah Gundih, Christiono, S.H., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya batik, kepada pelajar mancanegara.
“Kegiatan ini bukan hanya memperkenalkan budaya batik, tetapi juga menjadi momentum mempererat persahabatan dan pertukaran budaya antara masyarakat Gundih dengan pelajar dari Singapura,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LPMK Gundih, Siswoyo, menambahkan bahwa kegiatan edukasi budaya seperti ini diharapkan mampu mengangkat potensi kampung sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui sektor budaya dan ekonomi kreatif.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif mencoba teknik membatik serta berinteraksi langsung dengan para pendamping dan warga setempat. Di akhir kegiatan, para peserta juga membawa pulang hasil karya batik mereka sebagai kenang-kenangan dan pengalaman budaya selama berada di Gundih.
Melalui kegiatan ini, Kelurahan Gundih bersama LPMK Gundih berharap budaya batik semakin dikenal di tingkat internasional serta menjadi jembatan persahabatan antarbangsa melalui warisan budaya Indonesia. (Red-sam)






