Depresi Sakit Struk Tak Kunjung Sembuh, Warga Katung Kintamani Nekat Gantung Diri di Pohon Jambu

PERSINDONESIA.COM – Sorang warga bernama Ni Nengah Serini (49) asal Banjar/Desa Katung, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tergantung pada pohon jambu di kebun miliknya, Senin (8/6/2026) sekitar pukul 06.00 Wita. Kematian perempuan yang kesehariannya diketahui sebagai petani ini sontak membuat warga sekitar geger.

Informasi yang terhimpun, sebelum korban Ni Nengah Serini ditemukan meninggal, pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 20.00 wita korban yang tidur terpisah dengan suaminya kurang lebih 1,5 tahun karena menderita sakit, korban sempat mengeluhkan rasa sakit pada kedua tangannya dan dipijat oleh anaknya bernama Nyoman Warsita.

Baca Juga : Kriminal dan Narkoba Menyusut, Gantung Diri Masih Dominasi Kasus di Jembrana

Seusai dipijat oleh anaknya, kemudian korban kembali ke kamar untuk beristirahat. Pada pukul 22.00 Wita suami korban, I Nyoman Tantri sempat mengecek kondisi istrinya yang tengah tidur seperti biasanya. Keesokan harinya, Senin (8/6/2026) pukul 06.00 Wita setelah terbangun, Nyoman Tantri (suami korban) tidak mendapati istrinya dalam kamar ataupun dapur.

Berselang setengah jam menunggu, Nyoman Tantri menerima khabar dari kakaknya bahwa istrinya Nengah Serini ditemukan tergantung pada pohon jambu biji (sotong) dekat kandang sapi miliknya. Kabar tersebut sontak membuat Nyoman Tantri syok dan pingsan. Guna penanganan lebih lanjut peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Kintamani.

Sementara itu, Kapolsek Kintamani, Kompol Made Dwi Puja Rimbawa saat dikonfirmasi mengatakan saat ditemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis bidan Desa Katung tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, terdapat bekas jeratan dileher depan sampai belakang, keluar darah dari hidung akibat pembuluh darah pecah dan pupil mata melebar.

Baca Juga : Tragis, Seorang Bapak di Susut Nekat Gantung Diri Gegara Anak Pulang Dari Jepang Sebelum Waktunya

Selain itu, berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan saksi-saksi, personil bersama Tim Identifikasi Polres Bangli menemukan barang bukti sebuah tali plastik biru dengan panjang 1,5 meter dan korban telah lama menderita sakit struk ringan.

“Kuat dugaan korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, karena penyakit struk ringan yang diderita tak kunjung sembuh”, terang Dwi Puja Rimbawa.

Disisi lain, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai suatu musibah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *