Persindonesia.com Jembrana – Sepanjang tahun 2025, Polres Jembrana mencatat tren penurunan kasus kriminal dan narkoba dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) mengalami peningkatan, sementara peristiwa gantung diri masih menjadi kejadian yang paling dominan di wilayah Jembrana.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati saat jumpa pers akhir tahun di Mako Polres Jembrana, menurutnya, jumlah kasus kriminal pada tahun 2025 mengalami penurunan sebanyak 66 kasus. Tercatat, kasus yang masuk pada tahun 2025 sebanyak 149 kasus, turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 215 kasus. Sementara itu, penyelesaian perkara justru mengalami peningkatan.
“Penyelesaian kasus pada tahun 2025 mencapai 173 kasus. Angka ini meningkat karena terdapat sejumlah kasus tahun 2024 yang berhasil diselesaikan pada tahun 2025,” ujarnya, Rabu (31/12).
Dengan demikian, persentase penyelesaian perkara pada tahun 2025 mencapai 116 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 98 persen. “Adapun jenis kejahatan yang paling mendominasi sepanjang 2025 yakni pencurian biasa sebanyak 32 kasus, pencurian dengan pemberatan (curat) 15 kasus, serta penganiayaan biasa sebanyak 15 kasus,” jelasnya.
Diduga Depresi, Penumpang KMP Potre Koneng Terjun ke Laut di Selat Bali
Untuk penerapan keadilan restoratif (restorative justice), pihaknya mencatat penurunan signifikan. Pada tahun 2025, kasus restorative justice tercatat sebanyak 54 kasus, turun 34 kasus atau sekitar 39 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 88 kasus.
Sementara itu, lanjut Dewi, pengungkapan kasus narkoba juga mengalami penurunan. Pada tahun 2025 tercatat 40 kasus, sedikit menurun dibandingkan tahun 2024 sebanyak 42 kasus. Meski demikian, jumlah kasus yang berhasil diselesaikan meningkat satu kasus.
“Kasus narkoba yang berhasil diselesaikan pada tahun 2025 sebanyak 41 kasus. Kenaikan ini berasal dari satu kasus tahun sebelumnya yang baru bisa dituntaskan,” jelasnya.
Dewi juga mengungkapkan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak justru mengalami peningkatan. Sepanjang tahun 2025, tercatat 55 kasus, naik 17 kasus atau sekitar 45 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebanyak 38 kasus. “Kasus yang paling menonjol adalah pencabulan dan persetubuhan terhadap anak, dengan total 13 kasus, meningkat dari 7 kasus pada tahun sebelumnya,” ujarnya.
Untuk kejadian menonjol lainnya, kata dewi, masih didominasi oleh kasus gantung diri sebanyak 19 kejadian. Selain itu, tercatat kejadian angin puting beliung sebanyak 19 kasus, penemuan mayat 18 kasus, kebakaran rumah 9 kasus, serta banjir sebanyak 8 kasus.
“Kasus gantung diri masih menjadi tren di Jembrana. Kami telah bekerja sama dengan pemerhati kesehatan mental dengan menggelar kegiatan healing dan pengelolaan stres di Gedung Kesenian,” ungkapnya.
Sementara itu, lanjut Dewi, kasus kecelakaan lalu lintas pada tahun 2025 tercatat sebanyak 494 kasus, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 488 kasus. “Dari jumlah tersebut, korban meninggal dunia sebanyak 48 orang, korban luka ringan 662 orang, serta kasus tabrak lari sebanyak 31 kejadian,” ucapnya.
Meski jumlah kasus meningkat, Dewi menegaskan, jumlah korban meninggal dunia justru mengalami penurunan signifikan. Pada tahun 2024, korban meninggal dunia akibat laka lantas tercatat sebanyak 72 orang, sementara pada tahun 2025 turun menjadi 48 orang.
Pemkot Surabaya Bersama FPK Gelar Deklarasi Sumpah 100% Arek Suroboyo
Sebagai upaya menekan angka kecelakaan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah preventif dan preemtif, mulai dari patroli rutin, sosialisasi, hingga penegakan hukum melalui tilang. Sepanjang 2025, tercatat 7.333 pelanggaran lalu lintas, namun hanya 663 pelanggaran yang terkonfirmasi.
“Ini menjadi tugas kami untuk terus meningkatkan sosialisasi agar masyarakat semakin tertib berlalu lintas,” tegasnya.
Selain itu, Kapolres juga menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, Polres Jembrana berhasil meraih enam piagam penghargaan. Di internal kepolisian, penghargaan juga diberikan kepada 128 personel berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan dedikasi mereka. Ts






