TP PKK Bali dan BI Perkuat Edukasi Digital untuk Lindungi Perempuan dari Penipuan Online

Ketua TP PKK Bali, Putri Suastini Koster, dalam program perlindungan konsumen (Perempuan)

Denpasar Persindonesia.com, 11 Maret 2025 – Tim Penggerak PKK Provinsi Bali bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali memperkuat sinergi dalam upaya meningkatkan literasi digital dan perlindungan konsumen, khususnya bagi kaum perempuan yang dinilai rentan menjadi sasaran berbagai modus penipuan online.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara TP PKK Bali dan BI Perwakilan Bali di Denpasar, Selasa (11/3). Kedua pihak sepakat mendorong pelaksanaan program edukasi yang lebih luas guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap kejahatan digital yang semakin berkembang.

Ketua TP PKK Bali, Putri Suastini Koster, menyatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya siap mendukung berbagai program perlindungan konsumen yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, terutama perempuan, dalam menghadapi ancaman penipuan berbasis digital.  Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan keluarga, termasuk dalam mengelola keuangan dan mengambil keputusan ekonomi. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman terkait keamanan transaksi digital menjadi langkah strategis untuk mencegah kerugian akibat berbagai modus penipuan.

Untuk memperluas jangkauan edukasi, TP PKK Bali mengusulkan agar kegiatan sosialisasi dikemas dalam bentuk webinar atau siaran daring sehingga dapat diakses oleh lebih banyak peserta dari berbagai wilayah di Bali.

Sementara itu, Advisor BI Perwakilan Bali, Indra Gunawan Sutarto, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Perlindungan Konsumen yang diinisiasi BI melalui kampanye PeKA (Peduli, Kenali, dan Adukan). Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengenali serta melaporkan berbagai bentuk kejahatan keuangan digital.  Ia mengungkapkan bahwa perempuan menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena berdasarkan data, lebih dari separuh target penipuan online merupakan kaum perempuan. Selain itu, Bali juga termasuk daerah yang menjadi perhatian dalam upaya pencegahan tindak pencucian uang.

Sebagai tindak lanjut, BI Perwakilan Bali akan melibatkan TP PKK Bali dalam penyelenggaraan talkshow edukasi perlindungan konsumen yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang. Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami cara mengenali modus penipuan online, melindungi data pribadi, serta mengambil langkah yang tepat ketika menjadi korban kejahatan digital.

Dengan sinergi antara lembaga keuangan dan organisasi kemasyarakatan, upaya membangun masyarakat yang lebih cerdas, aman, dan tangguh di era digital diharapkan dapat terwujud secara berkelanjutan.

@Krg*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *