Gubernur Bali Wayan Koster saat memaparkan pembangunan berbagai proyek infrastruktur strategis
Badung Persindonesia.com, 13 Maret 2025 – Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan berbagai proyek infrastruktur strategis yang tersebar di seluruh wilayah Bali. Gubernur Bali Wayan Koster menargetkan sebagian besar proyek prioritas dapat diselesaikan paling lambat pada tahun 2028, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat dan sektor perekonomian daerah.
Menurut Koster, pembangunan infrastruktur pada periode kedua kepemimpinannya dilakukan melalui pola kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dengan pemerintah kabupaten dan kota. Skema tersebut diterapkan agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan merata sesuai kebutuhan masing-masing daerah. “Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas, mengurangi kemacetan, meningkatkan pelayanan publik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh Bali,” ujarnya.
Sejumlah proyek besar yang masuk dalam prioritas pembangunan antara lain revitalisasi kawasan suci Pura Agung Besakih di Kabupaten Karangasem, pembangunan gedung parkir dan penataan kawasan Pura Batur di Kabupaten Bangli, serta penyelesaian berbagai proyek jalan dan underpass di kawasan Bali Selatan.
Selain itu, Pemprov Bali juga melanjutkan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung yang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan seni dan budaya bertaraf internasional. Proyek Turyapada Tower di Kabupaten Buleleng juga terus dikerjakan untuk mendukung pengembangan infrastruktur telekomunikasi dan pariwisata di Bali Utara.
Dalam sektor transportasi, pemerintah merancang sejumlah proyek jalan baru dan peningkatan akses antarwilayah, termasuk pembangunan jalur penghubung Karangasem–Buleleng, pengembangan jalan lingkar Bali, serta penyelesaian shortcut Singaraja–Mengwitani guna memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Tak hanya itu, pengembangan Pelabuhan Amed di Karangasem dan Pelabuhan Sangsit di Buleleng juga menjadi bagian dari strategi pemerataan pertumbuhan ekonomi antara wilayah Bali Selatan, Tengah, Timur, dan Utara.
Untuk kawasan Denpasar dan Badung yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata, pemerintah menyiapkan sejumlah proyek penanganan kemacetan seperti pembangunan Jalan Gatot Subroto–Canggu, Underpass Tohpati, Underpass Ahmad Yani, Underpass Jimbaran, hingga pembukaan sejumlah ruas jalan baru yang diharapkan mampu meningkatkan kelancaran arus lalu lintas.
Selain pembangunan fisik, Pemprov Bali juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memperoleh dukungan pendanaan bagi proyek-proyek strategis daerah. Beberapa program besar seperti pembangunan jalan tol dan sistem transportasi massal modern tetap menjadi bagian dari agenda pembangunan jangka panjang Bali.
Melalui percepatan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi, Pemerintah Provinsi Bali berharap dapat menciptakan konektivitas yang lebih baik, meningkatkan daya saing daerah, serta mendukung terwujudnya pembangunan yang seimbang dan berkelanjutan di seluruh wilayah Bali. @Krg*





