Musim Kemarau, Sumur Bor SMPN 3 Melaya Mengering, BPBD Jembrana Salurkan 5.000 Liter Air

Persindonesia.com Jembrana – Kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jembrana seiring memasuki musim kemarau. Salah satu dampaknya dirasakan SMP Negeri 3 Melaya, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, setelah sumur bor di sekolah tersebut mulai mengering.

Kondisi itu telah berlangsung sekitar sepekan. Menindaklanjuti laporan dari pihak sekolah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mendistribusikan air bersih.

“Kami menerima laporan dari sekolah kalau sumur bor mulai kering. Kekeringan terjadi sejak sepekan lalu. Sehingga begitu menerima laporan, kami mendistribusikan air ke sana,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, Minggu (19/7/2026).

Konsleting Listrik Hanguskan Rumah Warga Kintamani saat Ditinggal ke Kebun

Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke SMPN 3 Melaya untuk memenuhi kebutuhan air di lingkungan sekolah.

Agus mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar segera melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah, khususnya BPBD Jembrana. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

BPBD Jembrana sendiri telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau. Sarana pendistribusian air bersih, mulai dari tandon hingga armada mobil tangki, dipastikan siap digunakan sewaktu-waktu dibutuhkan.

Terjatuh Saat Nyalip, Pengendara Nmax Tewas Seusai Terlindas Truck di Baypas Kusamba

“Artinya, dari sisi kesiapan kami sudah siap apabila masyarakat membutuhkan bantuan air bersih,” katanya.

Menurutnya, seluruh tandon air yang sebelumnya tersebar telah ditarik ke kantor BPBD agar lebih mudah dan cepat didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan. Selain itu, armada tangki air juga telah disiagakan.

Tandon berukuran sedang memiliki kapasitas sekitar 2.000 liter. Sementara tandon bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memiliki kapasitas hingga 5.200 liter.

Antusiasme Akhir Pekan Meningkat, Imigrasi Ngurah Rai Layani 32 Permohonan Paspor

Jembrana juga tercatat sebagai satu-satunya kabupaten di Bali yang menerima bantuan mobil tangki air dari BNPB. Secara nasional, bantuan serupa hanya diberikan kepada 26 kabupaten/kota.

Sejumlah wilayah yang selama ini menjadi daerah rawan kekeringan turut menjadi perhatian BPBD Jembrana. Di antaranya Desa Manistutu, Tukadaya, Pendem, Mendoyo Dauh Tukad, dan Yehembang.

Di Desa Pendem, masyarakat sebelumnya telah menerima bantuan sumur bor dari Kepolisian Republik Indonesia. Sementara di Yehembang, persoalan kekurangan air pernah dipicu kerusakan jaringan distribusi air akibat banjir. Kondisi tersebut membuat warga harus mengambil air dari lokasi yang cukup jauh.

Pemkab Badung Percepat Penanganan Banjir, Bupati Adi Arnawa Tinjau Progres Proyek Drainase di Kuta

Selain menyiapkan distribusi air bersih, pemerintah juga berupaya mencari solusi jangka panjang. Dalam waktu dekat, Balai Wilayah Sungai (BWS) dijadwalkan turun ke Jembrana untuk melakukan survei sekaligus menyalurkan bantuan dari pemerintah pusat.

Bantuan tersebut dapat berupa pembangunan jaringan perpipaan maupun pengeboran sumur di wilayah yang membutuhkan.

“Bantuan ini tidak hanya untuk kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga untuk mendukung pengairan lahan pertanian. Ketahanan pangan tentu sangat bergantung pada ketersediaan air,” jelas Agus.

Berawal Adu Jangkrik, Tabrakan Meluas Hingga Sapu Mobil Parkir di Batur Selatan

Pihaknya juga telah menyalurkan sejumlah tandon berkapasitas besar ke beberapa wilayah, termasuk Mendoyo dan Pendem. Namun, satu tandon di Desa Tukadaya mengalami kerusakan setelah landasannya ambruk. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *