PERSINDONESIA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung bergerak cepat menangani para korban yang mengalami luka bakar akibat terkena ledakan balon gas saat acara peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tahun 2026 yang berlangsung di Balai Budaya Ida Dewa Agung Jambe, Klungkung, Minggu (19/7/2026).
Perhatian dan keseriusan tersebut terlihat ketika Bupati Klungkung, I Made Satria, didampingi Ny. Eva Satria dan Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, langsung turun ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung untuk menjenguk dan memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan intensif.
Baca Juga : Balon Gas Peringatan Harkopnas ke-79 di Klungkung Meledak, 11 Orang Alami Luka Bakar
“Kami hadir langsung untuk menjenguk dan memastikan anak-anak serta warga yang menjadi korban mendapatkan penanganan medis yang paling maksimal dan terbaik dari tim dokter RSUD Klungkung. Seluruh daya upaya dikerahkan agar para korban segera pulih,” ujarnya di sela-sela kunjungannya di ruang UGD.
Pihaknya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden ini. “Semoga para korban diberikan kesembuhan yang cepat, dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta mengutamakan keselamatan dalam setiap kegiatan masyarakat,” ungkap Bupati Satria.
Menyikapi tragedi ini, Bupati I Made Satria menegaskan langkah preventif yang tegas. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan memahami bahaya laten penggunaan balon gas.
Lebih lanjut, Bupati menginstruksikan agar di masa mendatang, tidak ada lagi acara atau event di Kabupaten Klungkung yang menggunakan balon gas untuk prosesi seremonial. Balon gas sangat riskan dan membahayakan keselamatan publik.
Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Lebih baik kita beralih ke alternatif lain yang lebih aman dan ramah lingkungan, seperti pelepasan burung atau simbolis lainnya. “Ke depannya, saya ingatkan di setiap event tidak ada lagi yang menggunakan balon gas,” tegas Bupati Klungkung, I Made Satria.
Diberitakan sebelumnya, sebuah rentetan balon gas yang sedianya digunakan untuk prosesi seremonial peringatan Harkopnas meledak di pojok Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, mengakibatkan 11 orang warga mengalami luka bakar. Insiden bermula ketika rentetan balon gas yang membawa banner pembukaan Harkopnas ke-79 gagal mengangkasa akibat cuaca hujan dan beban banner yang terlalu berat.
Baca Juga : Jaga Mutu Ikan dan Lindungi Nelayan, Pemkab Klungkung Serahkan Bantuan Chest Freezer dan Siapkan BPJS
Balon-balon tersebut kemudian merunduk dan tertahan di pojok lapangan. Melihat hal tersebut, salah seorang warga berinisiatif memotong tali pengikat untuk membagikan balon kepada anak-anak yang berkerumun. Namun, petaka terjadi ketika warga tersebut mencoba memutus tali penghubung menggunakan korek api. Percikan api dan hawa panas seketika menyulut dinding karet balon yang berisi gas sensitif. Ledakan keras pun pecah dalam sekejap, menciptakan bola api yang menyambar warga dan anak-anak di sekitarnya.
Sementara berdasarkan data pembaruan (update) dari pihak RSUD Klungkung dari total 11 korban yang terdampak, pasien yang positif di rawat inap ada sebanyak 3 orang sedangkan 8 orang lagi sudah diperbolehkan pulang (rawat jalan). 3 orang yang rawat inap terdiri dari 2 orang dewasa dan 1 orang anak berusia 6 tahun. Para pasien ini mengalami luka bakar pada muka serta tangan dan secara intensif dirawat di ruang Kemoning. (*)






