Terpeleset, Ni Wayan Muklen Hanyut di Sungai Subak Selasih Hingga Meninggal Dunia

Persindonesia.com Gianyar – Warga Subak Selasih Br.Sanding Seronggo Desa Sanding Kec.Tampaksiring dihebohkan dengan hanyutnya salah satu warga di pangkung sungai subak disaat pulang dari sawah, sekira pukul 15.00 Wita, Rabu (17/03)

Korban merupakan seorang perempuan bernama Ni Wayan Muklen (63) berasal dari Br.Sanding Abianbase Desa Sanding Kec.Tampaksiring, setelah panen padi di sawah pulang bersama temannya menyebrangi pangkung/sungai, korban hanyut dan ditemukan meninggal dunia.

Gianyar Beri Pelatihan Kecakapan Hidup Barista Berbentuk Life Skill

Menurut penuturan temannya bernama Desak Ketut Sari (56) dirinya bersama korban sehabis panen padi hendak pulang, dikarenakan hujan lebat datang dirinya berteduh digubuk menunggu hujan reda.

Disaat hujan sudah reda, korban mengajak dirinya untuk mengambil jalan pintas dengan menyebrangi sungai tersebut. Akibatnya korban yang sedang membawa hasil panen terpleset dan hanyut dibawa arus yang deras.

Kapolda Bali Melayat Ke Rumah Duka Alm Aiptu Anak Agung Gede Putra

Melihat temannya hanyut dirinya langsung berteriak minta tolong ke warga sehingga warga berdatangan membantu mencari korban menulusuri sungai tersebut, sementara Kelian Dinas Banjar Sanding Dewa Made Ngurah (49) langsung minta tolong ke Polsek terdekat.

Pantauan awak media, sementara warga yang lain mencari korban menelusuri bibir sungai yang akhirnya korban ditemukan nyangkut di sungai Subak Selasih wilayah Br.Sanding Seronggo, Kecamatan Tampaksiring.

Gubernur Koster Dampingi Presiden Jokowi Meninjau Vaksinasi Massal di Puri Agung Ubud

Sementara itu saat di konfimasi terkait warga hanyut tersebut Kanit Reskrim Ipda Nyoman Agus Putra Ardiana, S.H.,M.H., Seijin Kapolsek Tampaksiring Akp I Wayan Sujana, S.H.,M.M., membenarkan kejadian tersebut.

“Korban sudah dibawa kerumah duka di Br.Sanding Abianbase Desa Sanding Kec.Tampaksiring. Dari pemeriksaan tim medis, dari telinga, hidung dan mulut banyak berisi air dan pasir diduga akibat tenggelam dan banyak menghirup air,” ungkapnya.

Sidak Cepat Tanggap Operasional Unit Kendaraan Damkar dan Pol PP

Agus Putra menambahkan, sementara kaki dan tangannya sudah dingin akan tetapi tubuh masih lemas dan diperkirakan korban meninggal kurang dari 6 jam, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Korban juga tidak mengeluarkan darah dan tidak ditemukan ada bekas benturan benda tumpul, sehingga disimpulkan korban meninggal akibat tenggelam. Korban ditemukan terseret arus sungai dari awal lokasi jatuh berjarak sekitar 300 meter dan sementara keluarga korban iklas menerima musibah tersebut,” tutup Agus Putra. (ed27)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *