Persindonesia.com Jembrana – Terkait larangan mudik dan mengantisipasi membeludaknya arus balik di Pelabuhan Gilimanuk, Polres Jembrana mengadakan rekayasa masyarakat yang masuk Pulau Bali.
Polres Jembrana akan menambah Pos Pengetatan menjadi 4 pos di Pelabuhan Gilimanuk untuk antisipasi terjadinya antrean masyarakat yang baru turun dari kapal.

Pasca Hari Raya Idul Fitri, Bupati Tamba Sambangi Tokoh Muslim Jembrana
Saat di konfirmasi terkait hal tersebut Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa SIK mengatakan, antisipasi arus balik dari Pulau Jawa kami Polres Jembrana melakukan rekayasa lalu lintas, yang pertama di Pelabuhan Gilimanuk kami menambah sebanyak 4 Pos Pengetatan. Sabtu (15/05)
“Adapun tujuannya, untuk mengecek surat-surat keterangan bagi masyarakat yang masuk ke Bali dan kemudian agar tidak terjadi penumpukan masyarakat yang masuk ke Bali,” ungkapnya.
Menhub Tinjau Pelabuhan Gilimanuk dan Himbau Antisipasi Pergerakan Arus Balik
Untuk di Pos 1, lanjut Gede Adi, kita khususkan untuk kendaraan roda empat dan bus, disana penumpang turun dilakukan pengecekan oleh KKP jika sudah lengkap diijinkan untuk perjalanan untuk masuk ke Bali.
“Kemudian di halaman Wisata Teluk Gilimanuk di samping Waterbee kita dirikan 2 pos dikhususkan mengecek kendaraan roda 2 untuk mengecek surat keterangan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dan juga ngecek surat keterangan rapid antigen dan genose,” terangnya.
Alami kebakaran hebat, TNI AL Selamatkan 27 ABK KM. Sinar Mas
Lebih jelasnya Gede Adi mengatakan, apabila masyarakat tidak membawa surat rapid antigen dan Genose kita sudah siapkan tempat untuk tes rapid dan genose langsung. Kemudian satu lagi di Pos Penyekatan Cekik untuk mengecek kendaraan logistik,
“Ini bertujuan agar menghindsri penumpukan kendaraan dan sepeda motor bagi masyarakat yang keluar dari kapal, jadi kita sudah mulai pecah baik itu roda empat, roda 2 dan logistik,” ucapnya.
Wisata Bahari Teluk Gilimanuk Dimasa Pandemi Covid-19
Kami juga akan merandom, imbuh Gede Adi, atau memilih masyarakat yang masuk ke Bali, biar pun sudah membawa rapid kami akan rapid lagi disini, hal ini sudah kami kordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana.(Sub)






