Abrasi Pantai Pebuahan, Warga Hanya Mengungsi Disanak Saudara

Persindonesia.com Jembrana – Pesisir Pantai Dusun Pebuahan Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana telah terjadi abrasi pantai yang disebabkan oleh air laut pasang dan gelombang tinggi sehingga menyebabkan beberapa rumah warga, tempat usaha lesehan ikan bakar Warung Doyong dan merobohkan tiang listrik yang berada di pinggir pantai Pebuahan serta putusnya air PDAM, Kamis (24/06/2021).

Kasus Covid Meningkat, 2 Orang Meninggal di Jembrana Belum Pernah  Vaksin

Kaplosek Negara AKP Gusti Sudarma bersama BPBD yang langsung meninjau lokasi menemukan 5 KK warga yang mengungsi ke rumah sanak saudaranya. Yang kondisi rumah terkikis habis abrasi pada kejadian pagi hari kisaran pukul 08.00 WITA.

Rumah milik Muhammad Nasir (56) Br.Pebuahan Desa Banyubiru bersama anak dan cucunya harus mengungsi karena terjangan ombak belakang rumahnya hancur.

Arogan dan Intimidasi Terhadap Wartawan,Jurnalis Tangsel Unjuk Rasa Tuntut Copot Kadispora

Mujayani (65) Br. Pebuahan Desa Banyubiru tembok rumah hancur bagian belakang terhantam ombak dan instalasi listrik segera dipadamkan oleh pihak PLN.

Hal yang sama dialami pemilik Waru Doyong Samani (47) Br. Pebuahan Desa Banyubiru dengan kondisi rumah roboh dan mencabut kilometer listrik PLN Negara agar tak membahayakan.

Komplek Al-Jihad Martapura, Wakili Kalsel Lomba Kampung Tertib Lalin Tingkat Nasional

Pemilik warung kecil Selamet Riyadi (35) kondisi rumah separuh hancur dan listrik padam hingga air sampai di ujung jalan mengarah ke Utara jalan.

Tempat Ibadah Mushola AL Mustakim yang pas di bibir pantai juga tak luput terkena hantaman ombak.

Penertiban Parkir Liar Disepanjang Jln Bekasi Raya Kelurahan Jatinegara Cakung

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dimana hal ini selalu saja terjadi ketika istilah Bali Tilem (Bulan Mati) rata-rata ombak besar dan masyarakat juga perlu kewaspadaan terutama nelayan untuk melaut di bulan-bulan ini,” ujar Kompol Sugriwo.

“Rata-rata di beberapa daerah ini sudah ada yang kena dan dianjurkan untuk segera pindah di wilayah itu, agar tidak membangun lagi,” imbuhnya.

Massa Mengatasnamakan Gerakan Pengawal Kebijakan Pemko Medan Geruduk Kantor Walikota Medan

Sementara Perbekel Desa Banyubiru I Komang Yuhartono mengatakan, ada 5 KK yang mengalami kerusakan terdiri dari 4 warga dan 1 pemilik lesehan dan juga tempat ibadah upaya yang dilakukan kami mengubungi langsung kontak PLN untuk memutus jaringan listrik yang ada, dan warga segera pindah ke lokasi yang lebih aman. Ada yang tinggal disanak keluarganya yang terdekat. (ed27)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *