Persindonesia.com Jembrana – Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana, terus berupaya memperkuat sistem penanggulangan bencana. Setelah mengalami abrasi selama 15 tahun dan banjir bandang yang cukup parah, desa ini kini fokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan, termasuk simulasi penanggulangan bencana, masyarakat Banyubiru dilatih oleh Yayasan IDEP serta BPBD Jembrana, SAR, Polairud Polres Jembrana, PMI jembrana dan stek holder lainnya untuk menghadapi berbagai ancaman, seperti gelombang tinggi, abrasi, dan banjir bandang.
Perbekel Banyubiru, Komang Yudartono, mengungkapkan bahwa melalui simulasi ini, masyarakat telah berhasil membentuk kelompok penanggulangan bencana dan dilatih cara-cara penanganan bencana. “Ini sangat penting untuk seluruh masyarakat untuk memahami prosedur penanganan bencana, mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan di masa depan,” jelasnya. Rabu (7/8/2024).
Tim Gabungan Temukan Korek Api Dan Botol Kaca Dalam Penggledahan di Rutan Bangli
Yudartono mengungkapkan, Desa Banyubiru telah mengalami abrasi selama 15 tahun dan banjir bandang yang cukup parah. “Simulasi ini menjadi langkah proaktif untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, untuk mengantisipasi kejadian bencana yang tidak diinginkan,” ucapnya.
Sementara itu, Putu Suryawan dari Idep Foundation menjelaskan bahwa simulasi ini mengambil skenario gelombang tinggi karena ancaman ini dinilai lebih besar bagi Desa Banyubiru, khususnya di Pantai Pebuahan. “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat di wilayah rawan bencana,” jelasnya.
Menurutnya, simulasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang ancaman gelombang tinggi dan tsunami, serta melatih kelompok penanggulangan bencana dalam melakukan penanganan sejak dini. “Penanganan dimulai dari peringatan dini, evakuasi, penanganan korban, hingga perencanaan tanggap darurat,” terangnya.
DPRD Jembrana Ajukan Surat Pengunduran Diri Wabup Ipat ke Kementerian Melalui Gubernur Bali
Lebih jelasnya ia mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Greems yang didukung oleh Yayasan IDEP, bekerja sama dengan pemerintah desa dan berbagai pihak terkait di Kabupaten Jembrana. Dar






