Persindonesia.com Jembrana – Sejumlah rumah warga di Desa Delod Berawah dan Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana di terjang angina putting beliung pada Jumat (6/3/2026) menyebabkan bangunan terutama atap rumah mengalami kerusakan
Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Arthana Putra, mengatakan angin puting beliung yang terjadi pada Jumat (6/3/2026) menyebabkan sejumlah rumah warga di dua desa mengalami kerusakan ringan.
Berdasarkan hasil kaji cepat tim BPBD di lapangan, kata Agus, di Banjar Dangin Marga, Desa Delod Berawah, terdapat tiga kepala keluarga yang terdampak. “Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap bangunan akibat terjangan angin kencang,” jelasnya, Sabtu (7/3/2026)
Berbeda Perayaan, Satu Tujuan: Jembrana Jaga Kedamaian Nyepi dan Lebaran
Sementara, lanjut Agus, Rumah milik I Gede Sugiadnyana mengalami kerusakan pada atap dengan sekitar 30 genteng pecah. Sementara dapur semi permanen milik I Putu Nastra juga mengalami kerusakan. Kerusakan paling banyak dialami rumah milik Ketut Agus Mahardika dengan sekitar 100 genteng rusak.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Total kerugian masih dalam proses pendataan,” ujarnya.
Selain di Desa Delod Berawah, peristiwa angin puting beliung juga terjadi di Desa Penyaringan, tepatnya di Banjar Anyar Tembles dan Banjar Anyar Kelod. Hasil kaji cepat BPBD mencatat sejumlah rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap.
Beberapa warga yang terdampak antara lain Sayu Komang Muniati yang mengalami kerusakan pada atap genteng dapur dengan perkiraan kerugian sekitar Rp500 ribu. I Dewa Ayu Putu Putri mengalami kerusakan pada atap genteng rumah dengan kerugian sekitar Rp300 ribu.
Kerusakan serupa juga dialami I Ketut Satra pada bagian atap genteng kamar mandi dengan perkiraan kerugian sekitar Rp300 ribu. Sementara itu, I Gusti Made Putra mengalami kerusakan pada atap rumah, kamar mandi, serta asbes kandang bebek dengan perkiraan kerugian sekitar Rp700 ribu.
Selain itu, I Dewa Gede Suarnata dan I Gusti Lanang Ketut Ardana juga mengalami kerusakan pada atap genteng rumah dan dapur dengan perkiraan kerugian masing-masing sekitar Rp300 ribu.
Anggota DPR RI (PDIP) Bangka Belitung Ir. Rudianto Tjen, Silaturahmi dan Diskusi Bersama Awak Media
“Total kerugian materiil akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp2,4 juta dan tidak ada korban jiwa,” jelasnya.
Agus Arthana menambahkan, di Banjar Anyar Kelod, rumah milik Ni Komang Arini juga terdampak setelah pohon mangga berukuran cukup besar di halaman rumahnya roboh dan merusak sebagian atap rumah serta dapurnya yang berbahan asbes.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana,” pungkasnya. Ts






