Persindonesia.com Jembrana – Antisipasi lonjakan pemudik pada tahun 2027, yang kembali bertepatan dengan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, dilakukan melalui rapat koordinasi dan evaluasi arus mudik 2026. Evaluasi ini digelar menyusul terjadinya antrean kendaraan yang sempat mengular hingga sekitar 30 kilometer. Salah satu solusi utama yang dibahas adalah rencana penambahan dermaga di Pelabuhan Gilimanuk
Solusi tersebut terungkap saat rapat koordina yang dipimpin Kapolres Jembrana bersama Pemerintah Kabupaten Jembrana serta stakeholder terkait, dan berlangsung di Ruang VIP ASDP Gilimanuk pada Rabu (15/4/2026) sore.
Kepala Dinas PUPR Jembrana, I Wayan Sudiarta, mengatakan penambahan dermaga menjadi langkah strategis untuk mengatasi ketimpangan antara volume kendaraan dan kapasitas layanan penyeberangan. Ketidakseimbangan ini sebelumnya memicu antrean kendaraan hingga sekitar 30 kilometer pada arus mudik 2026.
Dua Bocah Diduga Tanpa Helm Terlibat Kecelakaan, Satu Tewas Terlindas Truk di Kaliakah
“Sebagai solusi, direncanakan pembangunan dermaga tambahan di sisi barat terminal manuver dan terminal kargo, dengan estimasi anggaran sekitar Rp365 miliar,” ujarnya.
Selain penambahan dermaga, peningkatan efisiensi operasional pelabuhan juga menjadi sorotan. Kepala KUPP Gilimanuk, Muhammad Mustajib, menekankan pentingnya optimalisasi proses bongkar muat kapal serta pemanfaatan fasilitas penunjang guna mempercepat layanan.
“Dari sisi operator, percepatan layanan juga didorong melalui optimalisasi penggunaan tiket online berbasis aplikasi Ferizy, ini dinilai mampu mengurangi antrean kendaraan di area Pelabuhan,” katanya.
Sementara Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati yang memimpin rapat mengapresiasi sinergi lintas instansi dalam upaya mengurai kepadatan arus mudik. Ia menegaskan, kesiapan yang lebih matang diperlukan menghadapi momentum hari raya besar yang berdekatan pada 2027.
Rp 1,7 Miliar Digelontorkan, Tiga Ruas Jalan di Candikusuma Diperbaiki
“Sinergi lintas instansi menjadi kunci utama dalam mewujudkan kelancaran arus mudik ke depan, termasuk optimalisasi buffer zone, penambahan personel, serta penguatan sistem pengamanan di pintu masuk Bali,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Citra, pengaturan manajemen waktu libur juga dinilai penting untuk menghindari penumpukan pergerakan masyarakat dalam satu periode. “Termasuk di dalamnya pembatasan kendaraan sumbu tiga saat puncak arus mudik serta penataan sistem tarif dan pelayanan penyeberangan agar lebih efektif,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jembrana, I Made Budiasa, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana strategis tersebut. Hasil rapat koordinasi akan ditindaklanjuti dalam forum pemerintah daerah guna memastikan kesiapan lintas sektor menghadapi arus mudik 2027. TS






