Bupati Adi Arnawa menghadiri puncak pelaksanaan Karya Manusa Yadnya, Pitra Yadnya, dan Atma Wedana yang di Desa Adat Kapal
Badung persindonesia.com , 25 September 2025 – Komitmen masyarakat Bali dalam melestarikan tradisi adat dan keagamaan kembali mendapat perhatian dari Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. Kali ini, Bupati menghadiri puncak pelaksanaan Karya Manusa Yadnya, Pitra Yadnya, dan Atma Wedana yang diselenggarakan oleh Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi.
Karya besar yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Ngurah Putra Keniten dari Griya Kediri Sangeh ini diikuti oleh ratusan peserta dari dalam dan luar desa. Sebagai bentuk dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Badung, Bupati menyerahkan bantuan dana punia sebesar Rp 50 juta, yang diterima langsung oleh Bendesa Adat Kapal, Ketut Sudarsana.
Dalam sambutannya, Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada krama Desa Adat Kapal atas kekompakan dan semangat gotong royong dalam melaksanakan yadnya secara rutin. “Yadnya adalah inti dari ajaran Hindu dan bagian dari identitas budaya Bali. Kita patut bersyukur karena generasi muda masih aktif melestarikan warisan leluhur,” ujarnya.
Tak hanya menyinggung pentingnya yadnya, Bupati juga mengangkat isu lingkungan pasca musibah banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Ia mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan sungai. “Kesadaran kolektif sangat penting. Jangan membuang sampah sembarangan, karena dampaknya bisa sangat merugikan,” tegasnya.
Menariknya, dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa juga menyoroti fenomena sosial terkait penurunan angka kelahiran anak keempat atau Ketut di Bali. Menurutnya, angka hanya 4% merupakan alarm untuk menjaga kesinambungan budaya. “Ini bukan hanya soal jumlah anak, tapi juga pelestarian sistem penamaan tradisional yang menjadi ciri khas masyarakat Bali,” ungkapnya.
Sementara itu, Bendesa Adat Kapal Ketut Sudarsana menyampaikan bahwa pelaksanaan yadnya tahun ini mencakup berbagai upacara, antara lain: Pitra Yadnya: Ngelangkir 147 orang, Ngelungah 24 orang, Ngaben 1 orang, Manusa Yadnya: Bayuh Oton 161 orang, Mapetik 84 orang, Metatah 191 orang, Atma Wedana: 149 orang.
Ia juga menjelaskan bahwa karya ini terbuka bagi umat Hindu dari luar desa, dengan sistem pembiayaan berbasis punia dari masing-masing peserta.
Acara ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Badung Made Suwardana, Inspektur Luh Suryaniti, Camat Mengwi Nyoman Suhartana, Lurah Kapal Nyoman Adi Setiawan, serta tokoh adat dan masyarakat setempat.
@tim






