Karya di Pura Pucak Arantaja, Banjar Petang Suci
BADUNG, Persindonesia.com – Dukungan terhadap pelestarian adat, tradisi, dan kehidupan keagamaan masyarakat kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Badung. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan bantuan hibah upakara sebesar Rp1,7 miliar untuk mendukung pelaksanaan karya di Pura Pucak Arantaja, Banjar Petang Suci, Desa Petang, Kecamatan Petang, Senin (19/10/2026).
Bantuan yang bersumber dari APBD Induk Kabupaten Badung Tahun 2026 tersebut diserahkan secara simbolis kepada Ketua Panitia Karya, I Wayan Lasya, bertepatan dengan prosesi Nodya Caru Rsi Gana, Melaspas, dan Mendem Pedagingan. Rangkaian upacara tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Ngenteg Linggih Pedudusan Agung, Mendem Pedagingan, Mersigana Medasar Tawur Balik Sumpah Utama di pura setempat.
Penyerahan bantuan disaksikan tokoh masyarakat, jajaran pemerintah daerah, serta krama pengempon pura yang mengikuti prosesi keagamaan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa dukungan pemerintah tidak hanya bertujuan membantu pelaksanaan upacara keagamaan, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen menjaga keberlangsungan tradisi dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat adat.
Menurutnya, keberadaan pura memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat, termasuk para petani yang selama ini menjaga kelestarian sistem pertanian tradisional atau subak. Karena itu, perhatian terhadap tempat suci perlu berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kesejahteraan krama pengemponnya. “Kelestarian subak sangat bergantung pada kesejahteraan para petaninya. Sebagai pura yang diempon oleh para petani, keberadaan Pura Pucak Arantaja sangat penting bagi keberlangsungan subak di Kabupaten Badung. Pemerintah berkomitmen mendukung dan meringankan beban para petani agar mereka semakin bangga menjalani profesinya,” ujar Adi Arnawa.
Bupati juga menyinggung dukungan Pemkab Badung melalui program beasiswa Nak Badung bagi anak-anak petani. Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masa depan keluarga petani, sekaligus mendorong generasi muda agar memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik.
Bupati berharap kesejahteraan petani terus meningkat sehingga keberlanjutan sektor pertanian dan nilai-nilai budaya yang menyertainya dapat terjaga. Komitmen ini sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.
Ketua Panitia Karya, I Wayan Lasya, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas bantuan yang diberikan untuk mendukung pelaksanaan upacara di Pura Pucak Arantaja.
Ia menjelaskan, pura tersebut selama ini diempon secara swadaya oleh krama dari tujuh subak yang tersebar di wilayah Kecamatan Petang dan Kecamatan Abiansemal. Secara keseluruhan, lahan pertanian yang berada dalam lingkup subak pengempon pura mencapai sekitar 810 hektar dengan jumlah krama sebanyak 2.025 orang.
Besarnya cakupan wilayah pertanian tersebut menunjukkan pentingnya keberadaan Pura Pucak Arantaja bagi kehidupan spiritual dan sosial masyarakat petani di kedua kecamatan.
Menurut Lasya, bantuan pemerintah menjadi dukungan berarti bagi krama dalam melaksanakan kewajiban adat dan keagamaan, terutama untuk memenuhi kebutuhan rangkaian upacara yang telah direncanakan.
Ia menambahkan, rangkaian prosesi berlangsung lancar, sementara puncak karya dijadwalkan pada 25 Oktober 2026. Upacara tersebut akan dipuput oleh Yajamana Karya Ida Pedanda Gede Oka Watulumbang Manuaba. “Atas nama seluruh krama pengempon, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas perhatian dan dukungan yang diberikan secara berkesinambungan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam menjalankan kewajiban adat dan keagamaan,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri organisasi perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Badung, Camat Petang beserta unsur Tripika Kecamatan, Majelis Madya Subak Kabupaten Badung, para perbekel dan bendesa se-Kecamatan Petang, tokoh masyarakat, serta krama pengempon pura.
Dukungan terhadap pelaksanaan karya di Pura Pucak Arantaja diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus mempertahankan hubungan erat antara kehidupan keagamaan dan pertanian.
Bagi Kabupaten Badung, keberlanjutan subak tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan lahan pertanian dan irigasi tradisional, tetapi juga menyangkut pelestarian warisan budaya Bali yang telah diwariskan lintas generasi.
Melalui dukungan terhadap kegiatan adat serta program peningkatan kesejahteraan petani, Pemkab Badung berupaya menjaga agar tradisi tetap hidup, sektor pertanian terus berkembang, dan masyarakat adat memperoleh manfaat pembangunan secara berkelanjutan.
Sumber : Prokompim Badung






