Pujawali piodalan majelihan di Pura Dalem Sari, Banjar Titih, Desa Adat Kapal
Badung, Persindo – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Badung tidak hanya berorientasi pada peningkatan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus berjalan seiring dengan pelestarian adat, budaya, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Hal tersebut disampaikan Adi Arnawa saat menghadiri pelaksanaan pujawali piodalan majelihan di Pura Dalem Sari, Banjar Titih, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Rabu (12/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati didampingi Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Kapal I Nyoman Adi Setiawan, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana bersama prajuru desa, tokoh masyarakat Luh Putu Suryaniti, serta Kelian Pura Dalem Sari sekaligus Ketua Panitia I Ketut Sukrayan dan para pengempon pura.
Adi Arnawa mengapresiasi masyarakat Banjar Titih dan Desa Adat Kapal yang selama ini konsisten menjaga kebersamaan, adat, budaya, serta tradisi keagamaan. Menurutnya, kekuatan budaya merupakan salah satu fondasi penting dalam menopang pembangunan sekaligus sektor pariwisata Badung. “Pariwisata Badung berbasis budaya. Karena itu budaya harus terus dijaga dan dilestarikan agar tetap menjadi kekuatan utama daerah,” ujar Adi Arnawa.
Selain memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya, pemerintah daerah juga terus mendorong pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui pembangunan fasilitas publik dan berbagai program sosial. Bupati menyampaikan bahwa sejumlah program perlindungan sosial dan pendidikan telah dijalankan untuk membantu meringankan beban masyarakat Badung.
Di bidang pendidikan, Pemkab Badung juga menyiapkan program kuliah gratis bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus mempersiapkan masyarakat menghadapi kebutuhan tenaga kerja di tengah meningkatnya investasi di Badung. “Saat ini saya sedang menyiapkan fasilitas untuk 1.205 orang untuk penguatan SDM kita di Badung. Ini menjadi prioritas penting untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja seiring meningkatnya investasi yang masuk dan diperkirakan membuka ribuan lapangan pekerjaan,” katanya.
Sementara di sektor infrastruktur, pemerintah daerah tengah memprioritaskan penguatan konektivitas kawasan pariwisata. Bahkan, kajian mengenai kemungkinan pembangunan jalur bawah tanah turut dijajaki sebagai salah satu alternatif untuk mendukung kelancaran mobilitas sekaligus meningkatkan daya saing destinasi pariwisata Badung.
Pada kesempatan yang sama, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung dalam pelaksanaan pujawali di Pura Dalem Sari. Menurutnya, Pura Dalem Sari yang diempon masyarakat Banjar Titih tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kebersamaan warga dalam menjalankan kewajiban adat dan keagamaan.
Sudarsana mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan semangat gotong royong, menjaga persatuan, serta melestarikan warisan budaya leluhur sebagai bagian penting dalam membangun desa adat yang harmonis dan berkelanjutan.*






