Persindonesia.com Jembrana — Kemarau panjang menyebabkan warga di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, mengalami krisis air bersih. Kondisi tersebut terjadi di sejumlah banjar, sehingga warga terpaksa memanfaatkan air kubangan di tengah lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, hingga memasak dan minum.
Warga yang terdampak kini bisa bernapas lega setelah Polres Jembrana menyalurkan bantuan 12 ribu liter air bersih kepada masyarakat di Banjar Benel, Desa Manistutu. Bantuan tersebut disalurkan kepada ratusan kepala keluarga yang telah mengalami krisis air bersih selama lebih dari sepekan.
Tercatat sebanyak 347 kepala keluarga atau 1.187 jiwa di wilayah tersebut terdampak kekurangan air bersih.
Wujudkan Tertib Administrasi, Kantah Klungkung Cek Permohonan HGB Badan Hukum
Untuk memastikan penyaluran berjalan tertib, kepala kewilayahan menyiapkan sejumlah bak penampungan air di beberapa titik. Warga nantinya dapat mengambil air melalui bak penampungan tersebut secara bergiliran dan tertib.
Kasat Samapta Polres Jembrana, AKP I Nyoman Arnama, mengatakan Polres Jembrana siap membantu masyarakat yang masih membutuhkan pasokan air bersih.
Menurutnya, bantuan akan terus diberikan selama masih ada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. “Warga maupun desa yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi Hotline Polri 110,” jelasnya, Kamis (13/8).
Cegah Penyebaran Rabies di Klungkung, Bupati Satria Minta Vaksinasi HPR Digencarkan
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengatakan BPBD Jembrana sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan.
“Sebelumnya pada hari Rabu, 12 Agustus 2026, kami juga sudah mendistribusikan sebanyak 5.000 liter air bersih ke Banjar Pendem, Desa Manistutu. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekitar 120 kepala keluarga yang terdampak kekeringan,” terangnya. TS






