Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih Di Pura Pererepan Dalem Pemutih Dan Dalem Kapal Bualu
Badung Persindo – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Nilapati, Nyurud Ayu, dan Padudusan Wraspati Kalpa Agung di Pura Pererepan Dalem Pemutih dan Dalem Kapal Bualu, Desa Bualu, Kelurahan Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Rabu (11/2/2026). Upacara yang berlangsung pada Rahina Buda Wage Menail ini turut dihadiri Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.
Kehadiran Bupati sebagai upasaksi menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian adat dan budaya Bali. Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Badung juga menyerahkan dana hibah upakara Tahun Anggaran Induk 2026 sebesar Rp 300 juta untuk mendukung pelaksanaan karya.
Turut mendampingi Bupati, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Anggota DPRD Provinsi Bali Ketut Tama Tenaya, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, Lurah Bualu, para kepala lingkungan, Bendesa Adat Bualu, tokoh masyarakat I Wayan Muntra, serta krama desa setempat.
Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat dalam menyukseskan upacara besar tersebut. Menurutnya, kekompakan krama dalam ngayah mencerminkan kekuatan adat dan budaya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali. “Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dipertahankan. Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen mendukung kegiatan adat dan keagamaan sebagai bagian dari menjaga jati diri dan warisan budaya Bali,” ujarnya.
Ia berharap seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar dan memberikan kerahayuan bagi masyarakat. Selain itu, Bupati juga menyampaikan sejumlah program prioritas daerah, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan untuk mengurai kemacetan hingga program sosial seperti beasiswa S1 gratis bagi sekitar 400 mahasiswa dari keluarga berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan, serta bantuan Rp 3 juta bagi warga lanjut usia saat memasuki usia 75 tahun.
Sementara itu, Manggala Prawartaka karya I Made Suarma menjelaskan bahwa rangkaian upacara telah dimulai sejak 18 Januari dengan ngaturang uning karya, dilanjutkan melaspas pada 28 Januari, nuur tirta pada 30 Januari, dan netegang karya pada 31 Januari. Rangkaian berikutnya meliputi mecaru, nunas tirta, penilapatian, pemelastian, hingga puncak karya pada 11 Februari dan penyineban pada 14 Februari.
Ia menyebutkan total dana yang digunakan dalam pelaksanaan karya tersebut mencapai kurang lebih Rp 550 juta. Pihaknya menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah membantu kelancaran upacara.
Pelaksanaan karya ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Bualu untuk memperkuat sradha bhakti sekaligus menjaga kelestarian tradisi leluhur di tengah dinamika perkembangan kawasan pariwisata Kuta Selatan.
Red/Sumber Prokompim Badung






