Bupati Tamba: Sukses Pimpin Daerah Harus Sukses Mengelola Sampah Dengan Baik

Persindonesia.com Jembrana – Dari tahun ke tahun permasalahan sampah tidak kunjung beres di Kabupaten Jembrana, sampah merupakan momok yang memang sulit diatasi sehingga terjadi penumpukan sampah di TPA Peh, Desa Kaliakah, Negara.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba dalam programnya untuk mengangkat sektor pertanian dan industri di Kabupaten Jembrana. Baru menjabat 1 bulan Bupati I Nengah Tamba sudah dinobatkan menjadi pengurus Lingkungan Hidup di Seluruh Indonesia.

Dinas Pendidikan Kepemudaan Dan Olahraga Kab. KAMPAR Kunjungi SMP Negeri 11 Tapung

Dan hari ini Bupati Tamba melakukan terobosan dengan mendatangkan pengusaha dari PT Asura Mega Gemilang dari Kabupaten Tanggerang yang bergerak dibidang pengolahan sampah untuk bisa mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Jembrana tepatnya di TPA Peh.

“Hari ini kita mendapatkan kunjungan dari Bapak T. Loekito dari PT Asura Mega Gemilang dari Kabupaten Tanggerang, mudah-mudahan dengan kehadiran beliau yang mempunyai industri pengolahan sampah secara langsung dan bisa bermanfaat sampah tersebut, mudah-mudahan solusinya ada disini,” ungkap Bupati Tamba didampingi Kadis Lingkungan Hidup I Wayan Sudiarta, SP.

Tim Investigasi DPP BAI Apresiasi Kinerja Kapolda Riau Terkait Penertiban Galian C ilegal di Kampar

“Estimasi timbunan sampah rumah tangga dalam setiap harinya di Jembrana sebanyak 164 ton. Sementara yang masuk ke TPA yang berlokasi di Dusun Peh Desa Kaliakah sebanyak 46 ton setiap harinya,” ucapnya.

Ia melanjutkan, persoalan sampah yang seperti ini menjadi persoalan kita semua jangan anggap enteng sampah, saya rasa juga sukses memimpin daerah harus sukses mengelola sampah dengan baik, itu baru dianggap sukses dan saya akan berusaha untuk itu.

Melati Gadis Video Viral Korban Pelecehan

Sementara itu PT Asura Mega Gemilang T. Loekito mengatakan, saya dengan Bapak Bupati sudah kenal sejak lama, dan memang ini menjadi konsen kita bersama, khususnya di Kabupaten Jembrana, karena Bapak Bupati sangat peduli dengan sampah dan masyarakat kecil.

“Saya bersama tim hari ini mengunjungi Kabupaten Jembrana dalam rangka untuk melihat apa yang bisa kami lakukan, tentunya kami disini berupaya mencari solusi yang sifatnya jangka pendek dan sekala kecil justru bagaimana memanfaatkan bukan hanya limbah rumah tangga tapi juga limbah pertanian yang akan membawa kesejahtraan kepada petani dan masyarakat kecil,” ujarnya.

Cornelis Kritik Kepala Daerah Yang Baru Dilantik Lakukan Mutasi Pegawai

T. Loekito melanjutkan, harapan besarnya ada stap up baru dari kalangan muda disini baik itu dari kalangan SMK atau Universitas supaya juga bisa belajar jadi pengusaha industri. Terkait sampah petani disini diartikan sampah dari kulit padi dan batang padi itu yang kita olah menjadi pengganti kayu.

“Sambil kita juga memanfaatkan limbah pertanian sambil juga kita menyelamatkan hutan kita, jadi kita tidak perlu lagi menebang kayu di hutan, nanti kita manfaatkan limbah pertanian sebanyak 60 persen dan sisanya sampah pelastik,” jelasnya.

Ibu Asal Kota Malang Ini Datangi Jakarta Berharap Ada Keadilan

Pihaknya juga mengecek aktual sampah, memang begitu banyak sampah yang bisa dijual tetapi nilainya sangat kecil, pada hal mempunyai kwalitas yang tinggi kalau kita bisa manfaatkan memang saya pikir strategi Bapak Bupati sangat tepat karena Bali saat ini tidak bisa lagi tergantung dengan pariwisata.

“Bagaimana pertanian juga diangkat dan mudah-mudah sektor industri juga bisa bangkit padahal Kabupaten Jembrana sangat diuntungkan dengan dekatnya Pelabuhan Gilimanuk, rencananya kami disini akan mendirikan pabrik pengolahan sampah, terkait tempat nanti kita infokan,” uraiannya.

Larangan Mudik untuk Cegah Penularan Covid-19

Ditempat yang sama Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Jembrana I Wayan Sudiarta, SP menyambut baik tujuan dari PT Asura Mega Gemilang, yang mana kedepan akan menangani sampah yang ada di Jembrana, dimana nantinya sampah tersebut diolah dan dijadikan bahan bangunan seperti kalsiboard yang akan mengolah bahan plastik dan sampah pertanian.

“Saya sendiri sangat setuju dengan adanya perusahan pengolahan sampah yang akan investasi di Jembrana, dikarenakan mereka lebih banyak menggunakan sampah untuk dijadikan bahan bangunan, kalau perusahan ini akan mendirikan pabrik di TPA saya sangat setuju sekali apalagi di TPA sedang memilah sampah pelastik,” ujarnya.

Dinas Dikpora Kampar Apresiasi Program Adiwiyata di SMP Eka Tjipta Naga Sakti.

Lebih jelasnya ia mengatakan, kalau diasumsikan rumah tipe 36 itu menghabiskan 10 ton sampah plastik yang sudah dicampur dengan sampah pertanian, itu sangat bagus sekali keunggulannya tidak mudah kena rayap dan tahan dengan air, tutup Sudiarta. (Sub)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *