Persindonesia.com Jembrana – Adannya berbagai penolakan terhadap rencana revitalisasi Pasar Umum Negara, dan adanya saran penundaan pembangunan pasar oleh beberapa fraksi di DPRD Jembrana serta penolakan dari pedagang pasar saat audensi dengan anggota dewan beberapa waktu lalu. Akhirnya Bupati Jembrana buka suara. Saat menerima para penyanding Pasar Umum Negara di rumah jabatan dan mendapatkan suport atau dukungan penuh dari para penyanding, Bupati Tamba dengan tegas menyatakan revitalisasi tetap berjalan.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, dengan adanya dukungan dari masyarakat pendamping yang semngata dengan adanya revitalisasi Pasar Umum Negara, menurutnya ini langkah awal yang sangat bagus demi memajukan Kabupaten Jembrana yang katanya sangat tertinggal dengan seluruh kabupaten di Bali. “Saat ini Kabupaten/Kota lain di Bali semua sudah bergerak cepat. Walaupun mereka harus berhutang, akan tetapi mereka berani membangun pasar tradisional modern demi kesejahteraan masyarakatnya,” terangnya.
Menurutnya, hadiah yang diberikan pemerintah pusat melalui Kementrian PU untuk membangun Pasar Umum Negara tidak boleh disia-siakan, kalau ditolak nantinya akan berimbas dengan bantuan lainnya dari pusat. “Kalau ini kita tolak kedepannya tidak akan kita dibantu lagi oleh pusat. Apalagi ini bantuan murni dari pemerintah, kita tidak perlu mengeluarkan dana dari APBD. Kapan lagi ada bantuan seperti ini yang dulunya kita perjuangkan samapi ke Labuan Bajo,” jelasnya.
Menhan Prabowo Hadiri Paris Air Show 2023, Miniatur Rafale Indonesia Dipamerkan
Dirinya sebagai Bupati Jembrana merasa sangat malu jika berhadapan dengan kepala daerah lainnya di Bali jika ada pertemuan di Provinsi Bali, yang terlebih dahulu bisa memajukan daerahnya. “Saya sangat malu jadi bupati daerah kita masih tertinggal dari daerah lain. Kalau mau maju, Saya ingin Jembrana naik kelas, sejajar dengan kabupaten lain. Revitalisasi ini tetap jalan demi terwujudnya lingkungan dan ekosistem pasar yang lebih baik, untuk kesejahteraan masyarakat Jembrana,” tegasnya. Jumat (23/6) malam
Dirinya mengaku tidak peduli citra sebagai bupati jelek dimasyarakat yang menolak adanya revitalisasi tersebut, “Dalam hal ini saya tidak memerlukan citra entah itu citra saya jelek atau gimana, yang saya butuhkan adalah bagaimana kesejahtraan masyarakat dan derajat Kabupaten Jembrana bisa maju dan bangkit,” tuturnya.
Terkait adanya surat yang kirim kepada para pedagang, menurutnya surat tersebut merupakan surat pemberitahuan, untuk memberitahukan kepada para pedagang bahwa ada waktu-watu tertentu yang mereka harus siapkan untuk relokasi dan tempat relokasi sudah disediakan. “Dengan adanya surat pemberitahun tersebut, mereka harus siap apa yang akan dikemas. Pertanggal yang sudah ditetapkan batas akhir mereka harus sudah selesai pada tanggal 21 Juli 2023,” ucapnya.
Dirut ASDP Didamping Bupati Jembrana Groundbreaking Dermaga MB
Tamba membeberkan, tempat relokasi sudah dipersiapkan yaitu di Pasar Ijo Gading dan di areal parkir belakang Pemkab Jembrana. “Selama pengerjaan pembangunan pasar kami menggratiskan segala bentuk retribusi harian, air maupun listrik bagi pedagang selama proses pengerjaan revitalisasi. Untuk di Pasar Ijogading para pedang sudah bisa mulai berpindah. Untuk di area parkir pemkab, kami masih melakukan penataan dan selesai tanggal 16 Juli 2023, sehingga pada tanggal 21 Juli tidak ada lagi aktivitas jual beli di Pasar Umum Negara,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembrana I Wayan Sudiarta menambahkan saat ini kegiatan revitalisasi Pasar Umum Negara sudah memasuki proses tender di pusat. Penetapan pemenang tender diumumkan pada 21 Juli 2023 mendatang. Selanjutnya dilakukan pengecekan lokasi, pembersihan lahan hingga tanggal 1 Agustus 2023.
“Untuk bangunan mengusung konsep bangunan gedung hijau (green building) mengacu standar pusat dengan koefisien dasar bangunan (KDB) 60 persen. Sekarang sudah proses tender, penawaran sudah masuk, penetapan pemenang 21 juli ini,” tandasnya. (Sur)






