Persindonesia.com Jembrana – Desa yang satu ini perlu di contoh oleh desa-desa lainnya, karena pihak desa berinisiatif meningkatkan pelayanan kepada masyarakat berupa menyiapkan lahan pembangunan fasilitas umum berupa rumah tempat tinggal. Program tersebut dimiliki oleh Desa Tegal Badeng.
Program tersebut sudah berlaku dari tahun 2018 hingga tahun 2022 telah menyelesaikan pembelian tanah seluas 1 ha 22 are senilai Rp 2.150.000.000. bagusnya, untuk pembelian tanah tersebut ternyata diluar dana desa, melainkan dari dana donatur.
Viraaal…! Gadis Muda Berparas Cantik Berbuat Begini
Saat dikonfirmasi awak media, Perbekel Tegal Badeng Barat, I Made Sudiana mengatakan, dana yang digunakan mencicil pembelian tanah tersebut bersumber dari sumbangan warga dan donatur. Ia mengaku mencicil tanah tersebut sudah selama 4 tahun. Hak kepemilikan juga sudah keluar. Tinggal menunggu sertifikat.
“Jadi kami tidak menggunakan dana desa. Itu semua kami telah koordinasikan dengan semua pihak dan turunkan Tim Appraisal. Selama 4 tahun kami mencicil. Hak kepemilikan juga sudah keluar. Tinggal menunggu sertifikat,” jelasnya.
Sudiana melanjutkan, dana desa tidak bisa dipakai membeli lahan sehingga pihaknya laksanakan musyawarah desa dan membentuk panitia. Panitia tiap bulan membuat laporan. “Disana juga sudah dibangun fasilitas TK dan bahkan siswanya sampai over load,” jelasnya.
Meski ada provokasi, imbuh Sudiana, bahwa tidak boleh memungut dana di sana, namun sesuai dengan UU desa dimana masyarakat dan perusahaan di wilayah tersebut bisa berkontribusi tenaga dan material. Suksesnya pembangunan TK itu didasari juga dengan sumbangan sukarela. “Tidak mengikat. Tidak bayar juga tidak apa-apa,” kata Sudiana
Lebih jelasnya Sudiana mengatakan, disana juga akan dibangun fasilitas olah raga yang komplit. “itu harapan kami, berharap akan dibangun fasilitas olah raga agar bermanfaat untuk anak-anak sedang belajar. (Red)





