Diduga Kelelahan, PMI Asal Pergung Tutup Usia di Saint Petersburg Rusia

Persindonesia.com Jembrana – Kabar duka kembali menyelimuti Kabupaten Jembrana. Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Ni Made Dwi Arya Wati (36), yang bekerja di Rusia, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Korban dilaporkan mengembuskan napas terakhir di sebuah rumah sakit di Saint Petersburg. Dugaan sementara, almarhumah meninggal dunia akibat kelelahan setelah menjalani aktivitas kerja yang padat.

Ni Made Dwi Arya Wati diketahui bekerja di salah satu tempat SPA sebagai terapis dengan kontrak kerja selama tiga tahun, yang dimulai sejak 4 Agustus 2025.

45 Tiang Kabel Fiber Optik Tak Berizin di Tiga Ruas Jalan Surabaya Ditertibkan Satpol PP

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Naker Perin) Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, membenarkan adanya laporan PMI asal Jembrana yang meninggal dunia di Rusia. Namun hingga kini, pihaknya masih menunggu dokumen resmi berupa surat keterangan kematian dari rumah sakit setempat.

“Sementara informasi yang kami terima dari pihak keluarga memang benar seperti itu. Yang bersangkutan bekerja sebagai terapis spa. Namun untuk surat kematian resmi dari rumah sakit di sana belum kami terima,” ujarnya, Senin (14/2)

Menurut keterangan keluarga,lanjut Mirah, sebelum kejadian korban sempat mengeluhkan kelelahan akibat banyaknya jumlah pelanggan. Informasi yang didapat, peristiwa bermula saat korban sedang melayani tamu pasangan. “Ketika turun dari tempat tidur pijat, korban sempat duduk dan tiba-tiba pingsan sekitar pukul 14.00 waktu setempat,” jelasnya.

Malam Valentine Berujung Duka, Pria Paruh Baya Meninggal di DAM Baluk

Mirah melanjutkan, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit di Kota Saint Petersburg, namun dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.26. Kabar duka tersebut diterima pihak keluarga di Bali sekitar pukul 22.00 Wita.

“Informasi awal menyebutkan korban pingsan saat bekerja dan tidak tertolong setelah dibawa ke rumah sakit. Dugaan sementara karena kelelahan, apalagi disebutkan sedang memasuki musim ramai pelanggan,” tambahnya.

Sebelum kejadian, imbuh Mirah, korban juga sempat berkomunikasi dengan rekan-rekannya dan bahkan mengucapkan selamat Hari Valentine beberapa saat sebelum pingsan. “Korban telah berkeluarga dan meninggalkan dua orang anak, masing-masing berusia 18 tahun dan 15 tahun,” terangnya.

Dilepas Bupati Kembang, Suar Agung Tur Budaya Dua Pekan di Jepang

Terkait proses pemulangan jenazah, kata Mirah, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak P3MI Bali. “Saat ini, kami masih menunggu informasi lanjutan dari perwakilan di Rusia serta surat kematian korban,” pungkasnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *