Persindonesia.Com,Badung – Sebagai wujud memperkuat jati diri dan kebersamaan, Warga KayuSelem GwaSong Bali Nusantara mengelar Mahasabha VII tahun 2026 bertema Bersatu, Bermartabat, Mandiri, Tangguh, Damai dan Sejahtera (BERMATA DARA)”. Mahasabha akbar ini secara resmi dibuka Gubernur Bali yang diwakili oleh Kadis Kebudayaan Bali, Ida Bagus Alit Suryana ditandai dengan pemukulan Gong di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (15/2/2026).
Acara Mahasabha VII yang menjadi sebuah moment setelah hampir selama 35 tahun berjalan penuh tantangan ini, berlangsung semarak dengan kehadiran sebanyak 3.000 orang yang terdiri dari seluruh Dadia bersama pengurus Warga Kayuselem se-Bali, paiketan-paiketan serta hadir perwakilan dari Lampung dan Sumbawa.
Baca Juga : Prosesi Niskala Hingga Libatkan Anjing Pelacak dan Alat Berat, Keberadaan Warga Suter Akhirnya Ditemukan
Dalam laporannya, Seketaris Warga Kayuselem GwaSong Bali, I Wayan Sukarya mengatakan penyelenggaran Mahasabha VII Warga KayuSelem GwaSong Bali Nusantara ini merupakan wahana untuk memperkuat organisasi, menjaga persatuan serta membuat arah kebijakan yang selaras dengan kondisi Warga Kayuselem Nusantara.
Selain itu, Mahasabha dilaksanakan sebagai wadah pengambilan keputusan tertinggi yang melibatkan seluruh unsur atau perwakilan Dadia atas: Evaluasi dan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, Menetapkan kebijaksanaan dan program kerja, Memilih dan menetapkan kepengurusan, Memperkuat persatuan dan memfasilitasi kegiatan, serta Penyempurnaan aturan organisasi.
“Pelaksanaan Mahasabha VII ini didasarkan pada 5 aspek meliputi, AD/ART tahun 2022-2025, Keputusan rapat peduluan, Lokasabha tingkat Kabupaten/Kota se-Bali termasuk lampung dan Sumbawa, Pematangan persiapan, serta Pra Mahasabha”, terangnya.
Sukarya juga menegaskan, untuk biaya kegiatan Mahasabha VII Warga Kayuselem GwaSong Bali Nusantara mencapai kurang lebih Rp 300 juta. Dimana untuk biaya tersebut direalisasikan melalui kas Pura Kawitan dan Punia dari Warga Kayuselem di seluruh Bali dan Nusantara.
“Melalui Mahasabha VII ini diharapkan adanya pertanggung jawaban program kerja lima tahun sebelumnya, penyempurnaan aturan organisasi dan program 5 tahun kedepan, sehingga semakin memperkuat persaudaraan sesuai tema MATA DARA”, tegasnya.
Sementara, Sambutan Gubernur Bali yang dibacakan Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan Bali, Ida Bagus Alit Suryana menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada panitia serta pengurus Warga Kayuselem Bali Nusantara yang telah tulus bekerja keras (ngayah), sehingga Mahasabha ini berjalan lancar. Lanjutnya, secara Skala, Warga Kayuselem telah mengisi berbagai lini pembangunan, mulai dari sektor publik hingga ekonomi kreatif.
Namun, yang jauh lebih penting adalah kontribusi secara Niskala. Bakti Warga Kayuselem terhadap kawitan secara turun-temurun dalam menjaga “Bisama” merupakan benteng spritual yang menjaga Taksu Bali. Tanpa bakti yang kuat terhadap leluhur Bali akan kehilangan jati diri.
“Terima kasih telah menjaga Taksu Bali hingga saat ini. Konsestensi semeton dalam bakti kepada leluhur dan tindih ring Bisama serta guyub ring pasemetonan adalah fondasi kuat untuk menjaga adat, tradisi dan budaya secara menyeluruh”, ungkapnya.
Baca Juga : Kapolda Bali Hadiri Uleman Karya di Pura Kawitan Kayuselem Gwasong Songan Kintamani
Menurutnya, perjalanan panjang menuju pelaksanaan Mahasabha VII ini menunjukan kematangan organisasi dalam menghadapi tantangan dan mampu beradaptasi tanpa meninggalkan jati diri. Dan tema yang diusung Bersatu, Bermartabat, Mandiri, Tangguh, Damai dan Sejahtera (BERMATA DARA) selaras dengan visi “Nangun Sad Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru”.
Yang mana mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia secara sekala maupun niskala.
“Oleh karenanya, Warga Kayuselem, telah menjadi barisan pertama dalam menjaga kesucian alam Bali sesuai Visi dan Misi Nangun Sakerthi Loka Bali sekaligus menjadi mitra strategis Pemerintah dalam pembangunan”, ucap Kadis Kebudayaan Bali.
Hadir dalam perhelatan Mahasabha VII ini, Anggota DPD RI Dapil Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna bersama I Komang Merta Jiwa, Anggota DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Parta, Forkompinda Provinsi Bali, Ketua DPRD Bali, Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten se-Bali, MDA Provinsi Bali, serta undangan terkait lainnya. (*)






