Persindonesia.com Jembrana – Kabar meninggalnya PMI asal Desa Pegung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana Ni Made Dwi Ariawati (36) di Negara Rusia membuat duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Terlihat rumah almarhumah terlihat sepi akan tetapi persiapan upacara sudah terlihat mulai dilakukan keluarga, ditandai dengan pemasangan tenda beratap seng berwarna biru serta beberapa meja di halaman rumah duka pada Kamis (19/2/2026) sore.
Meski demikian, hingga kini pihak keluarga masih belum mengetahui secara pasti penyebab kematian almarhumah yang dikenal sebagai sosok periang dan pekerja keras tersebut. Kepastian penyebab meninggal dunia serta jadwal pemulangan jenazah masih menunggu informasi resmi dari pihak rumah sakit di Rusia.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Pelatihan, Produktifitas dan Transmigrasi (P3T), Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kabupaten Jembrana, Putu Agus Arimbawa, Jumat (20/2/2026) mengatakan untuk kepulangan jenazah almarhumah masih menunggu air waybill. “Untuk brafaks sudah kita terima,” terangnya.
Sementara Suami almarhumah, I Wayan Joki Angga Dipayana (46), mengaku sangat terpukul atas kepergian sang istri. Sebelum bekerja ke luar negeri, almarhumah yang akrab disapa Dek Wati dikenal sebagai juru masak di lingkungan tempat tinggalnya. Selain itu, ia juga berjualan nasi bungkus yang dipasarkan ke sekolah-sekolah di sekitar Desa Pergung.
Demi memperbaiki perekonomian keluarga, istrinya kemudian mengikuti pelatihan kerja dengan tujuan berangkat ke Rusia. Pada pertengahan Agustus 2025, ia berangkat secara mandiri bersama tiga orang lainnya dari Bali menuju Rusia untuk bekerja dengan kontrak selama tiga tahun. Keberadaan kerabat di negara tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk bekerja di luar negeri.
“Tekadnya sangat kuat untuk bekerja ke luar negeri. Tujuan utamanya untuk memperbaiki ekonomi keluarga,” ujarnya saat ditemui di rumah duka.
Sidang Panitia A Periksa Permohonan Pendaftaran Tanah di Desa Petak Kaja
Ia tak menyangka kabar duka itu diterima tepat pada hari ulang tahun almarhumah, 14 Februari 2026. Komunikasi terakhir keduanya dilakukan melalui panggilan video pada hari tersebut. Bahkan, mereka sempat bercanda untuk merayakan ulang tahun Dek Wati di salah satu tempat kuliner olahan ikan di Jembrana.
“Sebelum berangkat kondisinya sehat, itu dibuktikan lewat medical check-up. Setelah bekerja di sana, memang sempat beberapa kali mengeluhkan kelelahan karena banyaknya pelanggan,” kenangnya.
Terkait komunikasi dengan pihak di Rusia, Wayan Joki mengaku terus berkoordinasi dengan kerabat almarhumah serta pihak agen yang memfasilitasi keberangkatan kerja ke luar negeri. Namun hingga kini, keluarga masih menunggu informasi resmi mengenai jadwal pasti pemulangan jenazah.
Polisi Tetapkan Lima Tersangka Kasus Pencurian Sawit di Jebus
Pemerintah Kabupaten Jembrana direncanakan akan memfasilitasi pemulangan jenazah dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju rumah duka menggunakan ambulans setelah jadwal kepulangan dipastikan.
“Saat ini istri saya masih berada di rumah sakit. Besok baru ada informasi kepastian proses pemulangannya. Kami berharap bisa segera dipulangkan agar dapat dilakukan upacara pengabenan di rumah,” ujarnya.
Duka mendalam juga dirasakan ibu kandung almarhumah, Ni Wayan Sukerti (61). Ia tak menyangka anak keduanya itu harus berpulang lebih dulu. “Anak saya ini orangnya periang, aktif di kegiatan banjar, dan pekerja keras. Kerja apa saja dijalani,” tuturnya.
Pemkab Bangli Genjot Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Dengan Teknologi dan Kearifan Lokal
Keluarga berharap jenazah almarhumah dapat segera dipulangkan ke Bali untuk selanjutnya dilaksanakan upacara pengabenan sesuai adat dan kepercayaan umat Hindu.
Kepergian Dek Wati meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta kerabat. Ia meninggalkan dua orang anak yang masih remaja, yakni I Putu Deo Pratama (19) dan Ni Kadek Deandra Dewi (15). Ts






