Persindonesia.com Batam – Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menggelar pelatihan bertajuk “Cara Menjadi UKMK Go Digital Go Global (Ekspor)” yang berlangsung di Aula Universitas Batam (UNIBA), Batam Centre, Kamis (24/7/2025). Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) berbasis kelapa sawit di Provinsi Kepulauan Riau agar mampu bersaing di pasar global.
Pelatihan ini menyasar para pelaku UMKM yang menggunakan produk sawit dan turunannya, dengan harapan dapat mendorong ekspor ke pasar Eropa dan Amerika. Ketua pelaksana kegiatan, Hendra Dermawan, S.Pd., M.M., mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum ini demi meningkatkan daya saing produk. “Sebagai pelaku UMKM, kita harus naik kelas agar produk tidak hanya bersaing di dalam negeri, tapi juga bisa menembus pasar internasional,” ujarnya dalam sambutan pembuka.
Rekonstruksi Pembunuhan di Kafe Sagulung, Tersangka Tikam Korban di Tengah Cekcok Rebutan Lagu
Ketua Umum DPP SAMADE, Tolen Ketaren, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas UMKMK sawit di tengah tantangan era digital dan globalisasi. “Dengan digitalisasi, kita bisa membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk sawit UMKMK. Harapannya, pelatihan ini memberikan dampak signifikan dalam pengembangan pemasaran digital dan ekspor,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung transformasi UMKM sawit melalui sinergi lintas sektor. “Ini adalah bagian dari strategi nasional untuk memperluas pasar produk sawit UMKM dan mendukung program Pemerintah Presiden Prabowo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen,” jelas Helmi.
Wali Kota Batam yang diwakili oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, AMP., S.E., M.H., turut membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional. “UMKM menyumbang 60 persen dari PDB dan menyerap 90 persen tenaga kerja. Jika satu daerah mampu memaksimalkan sektor barang dan jasa, maka kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat,” katanya.
Harga Semen Naik dan Barang Kosong, Toko Bangunan di Jembrana Menjerit
Sementara itu, Wakil Rektor I UNIBA, Prof. Dr. Ir. Chablullah Wibisono, M.M., menyampaikan bahwa sektor agrobisnis pertanian di Batam masih belum optimal dalam meningkatkan pendapatan daerah. Namun, pemerintah mulai mengarahkan pengembangan kawasan Rempang Galang untuk mendukung usaha agrobisnis ke depan.
Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, SAMADE juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Zenlin Nusantara Lintas Asia untuk memperkuat kualitas dan daya saing produk UMKM sawit di Kepri. Kerja sama ini akan difasilitasi BPDP dalam rangka mendorong kemajuan ekspor produk kelapa sawit Indonesia. (Dp/jeff k/Btm)






