Dua Pekan Berjalan, Tebe Modern Mampu Kurangi Sampah Setengah Ton Per Hari di Bangli

PersIndonesia.Com,Bangli- Penerapan kebijakan pembuatan Tebe Modern di masing-masing OPD, sekolah hingga Desa/Kelurahan di Kabupaten Bangli mulai dirasakan manfaatnya. Terbukti, meski baru dua pekan program ini dijalankan, telah terjadi pengurangan sampah organik dan anorganik hingga ratusan kilogram per hari.

“Pasca penerapan pembuatan Tebe Modern, semisal di OPD Bangli terjadi pengurangan sampah organik hampir mencapai setengah ton (520 Kg) per hari. Demikian pula untuk sampah anorganik juga bisa dihitung sesuai jumlah yang ada dimasing-masing OPD sampai 150 kg setiap harinya,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis DLH) Bangli, I Putu Ganda Wijaya, Senin, 4 Agustus 2025.

Baca Juga : Realisasi Retribusi Sampah di Bangli Belum Capai Target Maksimal

Lebih lanjut, kata Ganda Wijaya, dalam konsep pengelolaan sampah, bisa dihitung seberapa besar adanya timbunan sampah dan seberapa besar terjadi pengurangan sampah dalam kurun sehari, minggu, bulan, dan juga setahunnya. Menurutnya ini sangat bermanfaat dalam mengelola sampah berbasis sumber, sehingga perlu diintensifkan. “Hal ini tidak terlepas dari peran instansi terkait, seperti MDA, PHDI, OPD vertikal dan OPD di Kabupaten Bangli,” bebernya.

Untuk pengawasan pelaksanaan Tebe Modern, kata Ganda Wijaya, mengacu pada Intruksi Bupati Bangli, yang mana dalam pengawasan dari tingkat, OPD, Kecamatan dan banjar sudah tersusun. “Yang penting ada kejelasan apa persyaratan yang harus disiapkan, bagaimana cara pengawasanya dan evaluasinya,” terangnya.

Ia juga menegaskan sejauh ini di Kabupaten Bangli timbunan sampah yang ada rata-rata mencapai 114 ton per hari. Karena tebe modern baru berjalan dalam beberapa pekan terakhir, sehingga diyakini akan terlihat dampaknya dalam pertengahan Bulan Agustus. Yang jelas, keberadaan tebe modern mampu mengurangi timbunan sampah yang diangkut ke TPA sebanyak 520 Kg dalam setiap harinya.

Sedangkan untuk estimasi dalam satu Tebe Modern bisa diisi sampai penuh selama 8 bulan dalam kapasitas di rumah tangga mencapai 10 orang. “Bahkan kemungkinan bisa sampai satu tahun baru bisa penuh. Setelah penuh, baru akan diproduksi menjadi kompos,” tegasnya.

Baca Juga : Keberhasilan Pengelolaan Sampah Kabupaten Bangli Diapresiasi Pemprov Bali

Ditekankan kembali, Tebe Modern merupakan penampungan sampah organik. Idealnya, terdapat dua tebe modern dalam satu OPD untuk diisi secara bergantian. “Jika yang satu penuh, maka yang satunya lagi yang diisi, sambil menunggu yang satunya diproduksi menjadi pupuk dalam hitungan satu tahun. Ini adalah miniatur yang bisa kita terapkan untuk meminimalis tumpukan sampah,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *