Era Baru Percasi Denpasar Dimulai, Menatap Perkembangan Atlet Catur Hingga Gembleng Kualitas Pengadil

Denpasar, persindonesia.com – Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) Kota Denpasar memulai babak baru setelah sukses menggelar Walikota Cup XVI. Kini, Percasi Denpasar memantapkan kualitas para pengadil (wasit) catur melalui pelatihan intensif yang menyajikan materi mumpuni dari dua narasumber handal: I Made Suparka dan A. A. Gede Eka Putra, S.H., Acara ini digelar di kantor KONI Kota Denpasar pada Sabtu (11/4/2026).

Diikuti oleh 28 peserta calon wasit dari berbagai kalangan, pelatihan dimulai pukul 08.00 WITA. Acara dibuka dengan penuh khidmat melalui penyanyian lagu Indonesia Raya diikuti doa bersama. Ketua Percasi Denpasar, Drs. I Made Mudra,M.,Si., membuka secara antusias sambil memberikan semangat membara kepada para peserta. “Kembangkan diri kalian dengan sungguh-sungguh dalam pelatihan ini. Nantinya, kalian bisa memimpin kompetisi catur dengan baik, penuh tanggung jawab, dan profesional sesuai aturan FIDE yang berlaku,” ujarnya penuh semangat.

Drs. I Made Mudra, M.Si. : Ketum Percasi Denpasar.

Pelatihan berlangsung sepanjang hari dengan materi mendalam, mulai dari pengenalan aturan dasar catur internasional, penanganan situasi kontroversial di lapangan, hingga etika wasit dalam turnamen. Narasumber I Made Suparka, wasit senior dengan pengalaman internasional, berbagi pengalamannya saat memimpin suatu turnamen diluar negeri bersama wasit lainnya, beliau memaparkan betapa sulitnya pada jaman itu dengan belum adanya teknologi seperti saat ini yang dimudahkan dengan program Swiss Manager. “Dengan kemajuan teknologi saat ini tentunya sangat memudahkan kita sebagai wasit memimpin suatu kompetisi, namun secanggih canggihnya teknologi, tentu ada saja kelemahannya yang bisa diakali, untuk itu pembinaan mental sebagai pengadil harus juga dipertebal dengan profesionalisme kode etik sebagai wasit”, ujar Pakde Suparka.

I Made Suparka ; Narasumber

Sementara itu berbagi tips praktis soal manajemen pertandingan catur, pengamatan gerakan ilegal dan pengukuran waktu. A. A. Gede Eka Putra S.H.,fokus pada aspek administratif, seperti protokol skor dan penanganan protes pemain, serta pengoprasian pearing program Swiss Manager dijelaskan dengan sangat detail. “Penyelenggaraan pertandingan tidaklah mudah karena melibatkan sejumlah faktor yang cukup komplek dengan memaksimalkan sumber daya yang ada, Tidak hanya peran wasit saja yang menentukan suatu pertandingan tapi juga perlu peran system, metode dan prasarana yang akan digunakan. Oleh sebab itu para wasit harus memiliki kompetensi yang diperlukan, pertimbangan logis dan penuh objektivitas”.tegas Gungde Eka Putra.

A.A.Gede Eka Putra. S.H. : Narasumber.

Salah satu peserta, Simon Kurniawan, mengaku antusias. “Pelatihan ini sangat bermanfaat. Saya ingin menjadi wasit profesional untuk mendukung kemajuan catur Bali,” katanya.

Acara ditutup pukul 16.00 WITA dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama, menandai lahirnya generasi wasit baru Denpasar.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat ekosistem catur di Kota Denpasar, terutama menjelang event besar lainnya. Percasi Denpasar berencana menggelar pelatihan lanjutan untuk memastikan standar kompetisi semakin tinggi.

Dudick

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *