Gelombang 4 Meter Hentikan Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang Dua Kali Sehari

Persindonesia.com Jembrana – Cuaca buruk yang melanda Selat Bali kembali mengganggu aktivitas penyeberangan di lintasan Gilimanuk-Ketapang, Rabu. Demi menjaga keselamatan pelayaran, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Bali Wilker Gilimanuk melakukan dua kali penutupan sementara operasional penyeberangan.

Penundaan pelayaran dilakukan pada Selasa (29/7) siang dan sore hari dengan durasi masing-masing sekitar satu hingga dua jam. Kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi cuaca yang dinilai membahayakan keselamatan pelayaran.

Perwira Jaga Kantor BPTD Kelas II Bali Wilker Gilimanuk, Moises Da Silva E Cruz, menjelaskan, penutupan sementara dilakukan karena tinggi gelombang di Selat Bali mencapai 3 hingga 4 meter, disertai kecepatan angin 30 hingga 35 knot serta arus laut yang sangat kuat.

“Kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan penumpang maupun kru kapal sehingga penyeberangan untuk sementara dihentikan hingga cuaca memungkinkan,” ujarnya.

Menang Gugatan, Pemkab Jembrana Siapkan Hotel Jimbarwana Jadi Mesin PAD Baru

pihaknya mencatat, dalam kurun sepekan terakhir telah terjadi lima kali penundaan atau penutupan sementara aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Ketapang akibat cuaca buruk.

Moises menyatakan terus berkoordinasi dengan BMKG Bali dan Ketapang, nahkoda kapal, PT ASDP, serta instansi terkait lainnya dalam memantau perkembangan cuaca di Selat Bali. “Berdasarkan prakiraan, kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga Agustus mendatang,” terangnya.

Pihaknya menghimbau, masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui lintasan Gilimanuk-Ketapang diimbau untuk bersabar serta mengikuti informasi resmi dari petugas. “Penundaan pelayaran dilakukan semata-mata untuk mengutamakan keselamatan seluruh pengguna jasa penyeberangan,” jelasnya.

Akibat penghentian sementara operasional tersebut, terjadi penumpukan kendaraan di kedua pelabuhan. Di Pelabuhan Gilimanuk, antrean didominasi kendaraan barang dan bus yang menunggu dibukanya kembali layanan penyeberangan.

Disambut Antusias Warga, Ngaben Gratis Program Bang-Ipat Bantu Hemat Jutaan Rupiah

Salah seorang sopir truk asal Banyuwangi, Imam Nur Hamid, mengaku telah tertahan di Pelabuhan Gilimanuk sejak sore hari. Ia memilih menunggu hingga penyeberangan kembali dibuka agar dapat melanjutkan perjalanan pulang.

“Informasi dari pedagang nasi tadi, karena ombaknya besar pelabuhan ditutup sejak sekitar jam empat atau jam lima sore. Saya menunggu sampai dibuka lagi supaya bisa pulang,” katanya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *