Persindonesia.com Jembrana – Cuaca buruk yang melanda Selat Bali dalam beberapa hari terakhir mengganggu aktivitas penyeberangan lintas Gilimanuk-Ketapang. Angin kencang disertai gelombang tinggi menyebabkan operasional kapal sempat dihentikan sementara, termasuk pada Minggu (26/7).
Komandan Pos TNI AL (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Aditya N, membenarkan adanya penghentian sementara pelayanan penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang.
Ia menjelaskan, penutupan sementara mulai diberlakukan pada pukul 12.26 Wita setelah kondisi cuaca dinilai tidak aman untuk aktivitas pelayaran. “Pelayanan penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk–Ketapang sempat ditutup sementara karena cuaca kurang kondusif, di mana angin kencang memicu gelombang tinggi,” ujar Aditya, Senin (27/7).
Menurutnya, penghentian operasional berlangsung sekitar dua jam. Pelayanan penyeberangan kembali dibuka pada pukul 14.50 Wita setelah otoritas memastikan kondisi cuaca di Selat Bali mulai membaik dan aman bagi kapal untuk beroperasi.
Lelaki Asal Pulasari Diringkus Polisi Gegara Curi 2 Slop Rokok dan Motor Vario di Belantih
Aditya menambahkan, penutupan sementara juga terjadi sebelumnya, yakni pada Kamis sore. Saat itu, operasional pelabuhan dihentikan mulai pukul 14.30 Wita hingga 16.00 Wita akibat kecepatan angin yang mencapai lebih dari 30 knot disertai gelombang tinggi.
Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Kukuh Emanuel, mengatakan penghentian sementara operasional kapal sempat memicu antrean panjang kendaraan di kawasan pelabuhan.
Kendaraan roda dua, mobil pribadi, bus, hingga truk logistik memenuhi areal parkir pelabuhan dan kantong-kantong parkir di sekitarnya. “Sempat antrean sampai Pura Dalem. Tapi pagi sekitar pukul 06.00 Wita antrean sudah masuk ke area parkir manuver,” kata Kukuh.
Meski antrean sempat terurai, penyesuaian jadwal keberangkatan kapal kembali menyebabkan antrean kendaraan memanjang.
Fun Rally Adventure Jadi Pembuka Festival Semarak Jembrana, Angkat Pariwisata dan UMKM
“Karena ada penyesuaian jadwal kapal, antrean kembali mengekor hingga sekitar 300 meter dari areal pelabuhan, bahkan sampai depan Bank BPD Bali,” pungkasnya. Ts






