Groundbreaking Oleh Wali Kota, Pembangunan Gedung Baru Sekolah Budi Mulia Dimulai

Peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Sekolah Budi Mulia Pangkalpinang, oleh Wali Kota, Saparudin, Jum’at (4/9/2026) 

Pangkalpinang, persindonesia.com —

Yayasan Budi Mulia Lourdes resmi memulai pembangunan gedung baru Sekolah Budi Mulia Pangkalpinang. Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, Jumat (4/9/2026) sore.

Pembangunan gedung baru ini diharapkan memperkuat sarana pendidikan sekaligus mendukung pengembangan Sekolah Budi Mulia, dalam mencetak generasi yang unggul secara akademik, berkarakter, dan memiliki moral yang baik.

Ketua Panitia Pembangunan, Bruder Herman Gultom, mengatakan proses menuju pembangunan gedung baru tersebut tidak berlangsung mudah. Menurutnya, berbagai dinamika sempat membuat pembangunan hanya sampai pada tahap fondasi.

“Proses untuk kita mulai hingga peletakan batu pertama ini kami jatuh bangun. Fondasi pun sudah kami letakkan, tetapi belum bisa melanjutkan ke atas karena berbagai dinamika,” kata Herman.

Ia mengapresiasi kehadiran dan dukungan Wali Kota Pangkalpinang beserta jajaran, para Bruder, guru, karyawan, alumni, serta seluruh pihak yang turut mendorong terwujudnya pembangunan gedung tersebut.

Herman berharap pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai dan memberikan manfaat bagi kemajuan dunia pendidikan di Kota Pangkalpinang.

Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengatakan pembangunan gedung baru Sekolah Budi Mulia menjadi kabar baik bagi dunia pendidikan di daerah tersebut. Ia mengaku sejak awal menjabat telah menerima informasi mengenai berbagai persoalan yang sebelumnya menghambat pembangunan.

“Begitu saya dilantik sebagai Wali Kota, muncul surat mengenai persoalan pembangunan ini. Ada permasalahan yang harus ditelusuri kembali. Tetapi berkat usaha semua pihak dan tentu berkat Tuhan, akhirnya pembangunan ini bisa dimulai,” ujar Saparudin.

Saparudin berharap pembangunan tidak berhenti hanya pada seremoni peletakan batu pertama, tetapi benar-benar dapat diselesaikan hingga gedung tersebut nantinya bisa digunakan.

“Jangan meletakkan batu pertama saja. Harus selesai dan nanti diresmikan. Jangan sampai berganti wali kota, berganti lagi, tetapi gedungnya tidak selesai-selesai,” katanya.

Menurut Saparudin, keberadaan Sekolah Budi Mulia memiliki arti penting bagi masyarakat Pangkalpinang. Ia menilai prestasi pelajar di Kota Pangkalpinang mampu bersaing di tingkat nasional, meskipun daerah ini merupakan kota dengan wilayah yang relatif kecil.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“AI bisa membantu kita berpikir dan mencari pengetahuan, tetapi AI tidak bisa mengajarkan moral, spiritual, dan perilaku. Karena itu, mental, disiplin, moral, dan attitude anak-anak harus terus kita tingkatkan,” tegasnya.

Saparudin mengatakan pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui teori. Guru dan orang tua, menurutnya, harus menjadi teladan bagi anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau berbicara soal perilaku, tidak ada cara lain selain memberikan contoh. Orang tua dan guru harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anak,” ujarnya.

Ia berharap Sekolah Budi Mulia terus berkembang, tidak hanya memiliki jenjang SD dan SMP, tetapi ke depan dapat mengembangkan pendidikan hingga SMA bahkan perguruan tinggi.

“Kita berharap Budi Mulia semakin berkembang dan maju. Kalau bisa nanti ada SD, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi, sehingga anak-anak kita bisa mendapatkan pendidikan yang lengkap di Pangkalpinang,” kata Saparudin.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Budi Mulia Lourdes, Bruder Anastasius Tukiman, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang dan seluruh pihak yang mendukung pembangunan tersebut.

Ia menjelaskan, visi pendidikan Budi Mulia adalah membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang bermutu secara kognitif, afektif, dan psikomotorik berdasarkan nilai-nilai Kristiani.

“Harapan kami, sekolah ini bersama seluruh mitranya terus memberikan pendidikan yang bermutu bagi generasi yang akan datang,” ujar Tukiman.

Menurutnya, peletakan batu pertama tersebut menjadi momentum istimewa karena bertepatan dengan 100 tahun karya Budi Mulia di Indonesia.

“Pada tahun ke-100 karya Budi Mulia di Indonesia, di Pangkalpinang hari ini diletakkan batu pertama. Ini menjadi pertanda sekaligus pemicu semangat untuk melanjutkan karya pendidikan yang bermutu,” katanya.

Ia berharap pembangunan gedung baru tersebut semakin memperkuat keberadaan Sekolah Budi Mulia, sebagai tempat persemaian bagi generasi muda yang unggul dan berkarakter.

Selain pembangunan gedung, rangkaian kegiatan juga diisi dengan agenda Hari Studi Budi Mulia. Kegiatan tersebut melibatkan siswa, guru, karyawan, serta yayasan pendidikan lainnya di Pangkalpinang.

Dengan dimulainya pembangunan gedung baru, Yayasan Budi Mulia Lourdes berharap fasilitas pendidikan di Pangkalpinang semakin memadai dan mampu menunjang proses pembelajaran sekaligus pembentukan karakter generasi muda. (B2N)