Gubernur Koster Tancap Gas Percepat Infrastruktur Bali, Temui Tiga Menteri di Jakarta

Langkah cepat Gubernur Koster, temui tiga Menteri Follow Up Kesepakatan DPR RI dan Pemerintah, Gubernur Koster Temui Tiga Menteri, Pastikan Infrastruktur Bali Segera Dibangun

Persindonesia.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, melakukan langkah cepat menindaklanjuti hasil kesepakatan Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama pemerintah pusat dengan menemui tiga kementerian strategis di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Pertemuan ini bertujuan memastikan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata Bali segera direalisasikan.

Adapun tiga kementerian yang dikunjungi yakni Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Pekerjaan Umum. Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut konkret dari kesepakatan yang telah ditandatangani bersama dalam rapat kerja pada 8 April 2026.

Usai pertemuan, Koster mengungkapkan bahwa pemerintah pusat memberikan sinyal kuat untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur di Bali secara bertahap mulai tahun 2026. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri PU Dody Hanggodo, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy.

Sejumlah proyek prioritas yang akan mulai dikerjakan pada 2026–2027 antara lain pembangunan underpass Jimbaran di Badung, gedung parkir di Pura Ulun Danu Batur, jembatan penghubung Nusa Ceningan–Nusa Lembongan, shortcut titik 11 dan 12 jalur Singaraja–Mengwitani, serta lanjutan pembangunan Embung Unda di Klungkung.

Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat infrastruktur air bersih dan irigasi melalui pembangunan jaringan dari Bendungan Telagawaja untuk melayani kebutuhan masyarakat di wilayah Kubu, Karangasem, sekaligus menjaga keberlangsungan sistem subak.

Di sektor transportasi, Kementerian Perhubungan merencanakan pengembangan taksi laut yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan kawasan Nusa Dua hingga Canggu. Pengembangan juga dilakukan pada sejumlah pelabuhan strategis seperti Celukan Bawang, Padangbai, Amed, dan Gunaksa untuk mendukung logistik, penumpang, dan pariwisata.

Koster juga menyebutkan adanya kebijakan penting berupa pemisahan jalur transportasi logistik dan penumpang. Kendaraan logistik akan diarahkan langsung ke pelabuhan tujuan seperti Celukan Bawang, Amed, dan Gunaksa, sementara jalur Gilimanuk–Mengwi difokuskan untuk kendaraan penumpang guna mengurangi kemacetan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur ini tidak hanya bertujuan mengurai kepadatan lalu lintas di Bali, tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi antarwilayah. Program pembangunan akan berlanjut hingga 2030 dengan menyasar konektivitas antar kabupaten dan pengembangan kawasan baru.

ā€œPembangunan ini akan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mendukung pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Bali, baik utara, selatan, timur, barat, maupun tengah,ā€ jelas Koster.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, Pemprov Bali optimistis percepatan pembangunan infrastruktur ini akan membawa dampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.Ā  Ā @*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *