MASTIC 2026, Gubernur Koster Dorong Bali Perkuat Ketahanan Energi dan Diversifikasi Ekonomi

Maritime Safety International Conference (MASTIC) 2026ย 

BADUNG Persindonesia.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendorong penguatan ketahanan energi sebagai bagian penting dalam membangun Bali yang tangguh dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan saat dirinya menjadi keynote speaker dalam Maritime Safety International Conference (MASTIC) 2026 di Kuta Paradiso Hotel, Kabupaten Badung, Kamis (23/7/2026).

Dalam forum internasional tersebut, Gubernur Koster menyampaikan materi bertajuk Strategic Initiatives in Preparing Bali as One of Natural Gas Producing Regions: Efforts to Ensure Growth and Sustainability. Ia menjelaskan berbagai langkah strategis Pemerintah Provinsi Bali dalam menyiapkan sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat kemandirian energi daerah.

Gubernur Koster mengatakan, ketergantungan Bali terhadap sektor pariwisata perlu diimbangi dengan pengembangan sektor ekonomi lainnya. Pandemi COVID-19, menurutnya, telah memberikan pelajaran penting mengenai perlunya diversifikasi ekonomi agar Bali memiliki fondasi pembangunan yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Penguatan sektor energi dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, menciptakan lapangan pekerjaan, dan membuka peluang investasi. Namun, pembangunan sektor tersebut harus dilakukan secara terukur dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, alam, budaya, serta kepentingan masyarakat Bali. โ€œPengembangan sektor energi di Bali bukan semata-mata untuk mengejar keuntungan ekonomi. Seluruh prosesnya harus berlandaskan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, sehingga mampu menjaga keharmonisan antara alam, manusia, dan kebudayaan sekaligus mewujudkan kemandirian energi,โ€ ujar Koster.

Ia menambahkan, pembangunan ekosistem energi membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, sumber daya manusia berkualitas, serta keterlibatan berbagai sektor pendukung. Dengan ekosistem yang terintegrasi, investasi di bidang energi diyakini dapat memberikan dampak berantai terhadap sektor lain, seperti konstruksi, logistik, jasa teknik, pendidikan, hingga industri berbasis inovasi.

Menurut Koster, pengembangan sektor hilir juga menjadi aspek penting untuk memastikan sumber daya yang dimiliki dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Karena itu, kebijakan pembangunan harus diarahkan pada penciptaan nilai tambah dan peningkatan daya saing daerah dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya tata kelola sumber daya alam yang transparan, profesional, dan akuntabel. Pengelolaan yang baik diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas fiskal daerah, pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, serta program kesejahteraan masyarakat.

Dalam paparannya, Gubernur Koster menyampaikan empat hal yang menjadi perhatian utama dalam pembangunan Bali. Pertama, perlunya menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di luar pariwisata. Kedua, pembangunan harus tetap berpedoman pada filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Ketiga, Bali siap mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan. Keempat, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat harus terus diperkuat. โ€œTujuan kita jelas, menjadikan Bali tetap sebagai destinasi wisata kelas dunia, sekaligus menjadi daerah yang tangguh, berkelanjutan, dan memiliki ketahanan energi bagi generasi mendatang,โ€ tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia MASTIC 2026, I Gede Manik, menyampaikan bahwa konferensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kemaritiman melalui kerja sama internasional.

MASTIC 2026 diikuti perwakilan dari sekitar 180 institusi dari berbagai negara. Keikutsertaan tersebut menunjukkan semakin berkembangnya kolaborasi antara kalangan akademisi, peneliti, pemerintah, industri, dan mitra internasional dalam menjawab berbagai tantangan sektor maritim.

Dengan mengangkat tema โ€œCutting Edge Technology and Sciences for Enhancing Maritime Safety, Security, Health and Environmentโ€, konferensi ini membahas perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan mutakhir untuk meningkatkan keselamatan, keamanan, kesehatan, serta perlindungan lingkungan maritim.

MASTIC 2026 sekaligus menjadi momentum memperkenalkan ITS Research Consortium sebagai wadah kolaborasi penelitian dan memperluas jejaring kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, serta mitra internasional.

Turut hadir Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Dr. (HC). Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., bersama akademisi, peneliti, perwakilan pemerintah, pelaku industri, dan undangan lainnya.

@Krg*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *